Gledeknews, Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim), terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui berbagai program yang difokuskan pada kemudahan akses dan keringanan biaya.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Paturrahman, tegaskan visi dan misi pemkab adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat agar dapat mengakses layanan kesehatan secara merata dan berkualitas.
“Seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok Timur telah memiliki Puskesmas. Meski demikian, dengan jumlah penduduk mencapai 1,4 juta, tantangan dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat masih ada,” ucapnya, Senin (11/11)
“Kita juga fokus pada kualitas pelayanan, tenaga kesehatan harus memiliki kapabilitas pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam menangani berbagai permasalahan kesehatan di wilayah kerja masing-masing,” imbuhnya.
Untuk memperluas cakupan pelayanan kesehatan, pihaknya mengimplementasikan sistem Integrasi Layanan Primer (ILP). Sistem ini memungkinkan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, yang terintegrasi antara posyandu dan pos kesehatan desa (Pustu).
Dengan pendekatan ini, pelayanan kesehatan menjadi lebih holistic, upaya pencegahan dan penanganan kesehatan bersinergi di berbagai tingkat pelayanan.
“Terwujudnya ILP tentunya dengan kerja sama antara pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,” katanya.
Saat ini, Lombok Timur memiliki 35 Puskesmas serta beberapa rumah sakit pemerintah, termasuk RS Soedjono (kelas B), RS Lombok Timur dan RS Patuh Karya (kelas B), serta RS Selaparang (kelas D).
H. Paturrahman menegaskan bahwa kualitas pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh tiga aspek utama: kemampuan tenaga kesehatan, sarana prasarana, dan sistem kerja yang efektif. Hal itu sudah tercermin khususnya untuk peralatan di RSUD Soedjono Selong, peralatan kesehatan semakin lengkap, termasuk adanya USG di beberapa Puskesmas.
Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dilakukan melalui berbagai pelatihan teknis. Selain itu, kader kesehatan di tingkat desa juga turut ditingkatkan kemampuannya untuk mendukung layanan primer. Dalam hal sarana prasarana, pengadaan alat-alat kesehatan diupayakan terus diperbarui untuk mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah.(GL)








