Gledeknews, Lombok Timur – Sejumlah orang tua siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur, menyoroti kondisi omprengan (wadah makanan) yang digunakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pasalnya, ditemukan beberapa omprengan yang dinilai sudah berkarat saat digunakan untuk menyajikan makanan kepada siswa.
Sebelumnya, di wilayah Kecamatan Pringgasela puluhan siswa diduga alami keracunan setalah mengkonsumsi menu MBG. Sedangkan di wilayah Kecamatan Lenek disinyalir menu MBG untuk ibu hamil temukan ada ulat di menu sayur.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terkait aspek kebersihan dan higienitas dalam penyajian makanan. Para orang tua menilai, penggunaan wadah yang tidak layak berpotensi mencemari makanan serta menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak.
“SPPG perlu lebih memperhatikan kebersihan dan higienitas ompreng. Jangan sampai justru menjadi sumber bakteri yang memengaruhi kualitas makanan,” ungkap sejumlah orang tua siswa, Rabu (28/4).
Meski demikian, mereka mengakui bahwa tidak seluruh omprengan dalam kondisi serupa. Namun, temuan tersebut dinilai tetap menjadi perhatian serius karena menyangkut standar pelayanan dalam program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa.
“Memang tidak semua ompreng seperti itu, tapi ini tetap harus diperhatikan. Jangan sampai kepercayaan yang sudah diberikan justru diabaikan,” tambahnya.
Karena itu, para orang tua berharap pihak pengelola SPPG dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait kelayakan peralatan yang digunakan dalam proses distribusi makanan. “Ini penting untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG terkait temuan tersebut.(GL)








