Gledeknews, Lombok Timur – Penyelidikan yang dilakukan Polres Lombok Timur (Lotim) terhadap dugaan peredaran kosmetik mengandung bahan berbahaya oleh WBS Nusantara Group menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Insight for Development and Sustainability (IDEAL).
Dalam pernyataannya, Direktur Insight for Development and Sustainability (IDEAL), Rohman Rofiki, menilai langkah cepat yang diambil aparat merupakan bentuk nyata keberpihakan kepada perlindungan hak-hak konsumen, khususnya kelompok rentan seperti perempuan dan remaja.
“Kami mengapresiasi tindakan Polres Lotim yang telah memulai penyelidikan kasus ini. Penjualan produk mengandung merkuri adalah bentuk kejahatan terhadap kesehatan publik dan tidak boleh ditoleransi,” ujar Rohman Rofiki dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (8/8).
Menurutnya, kasus ini harus menjadi pintu masuk bagi penguatan pengawasan terhadap peredaran produk kosmetik di wilayah NTB. Ia juga menekankan pentingnya proses hukum yang transparan dan akuntabel.
“Kami berharap penyelidikan ini tidak berhenti pada permintaan maaf atau penyelesaian internal. Harus ada pertanggungjawaban hukum yang jelas agar memberikan efek jera bagi pelaku usaha yang tidak taat regulasi,” tegasnya.
Seperti diketahui, Satreskrim Polres Lotim saat ini tengah menyelidiki dugaan peredaran kosmetik berbahan merkuri oleh WBS Nusantara Group yang berkantor di Sakra. Merkuri merupakan zat berbahaya yang dilarang penggunaannya dalam produk kecantikan karena dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, termasuk gangguan organ dan risiko kanker kuliti.
Lembaganya, tambahnya, yang fokus pada pembangunan berkelanjutan dan perlindungan masyarakat mendorong agar kasus ini dijadikan momentum untuk memperkuat sinergi antara penegak hukum, lembaga pengawas, dan masyarakat sipil.
“Kami siap untuk ikut mengawal proses ini sampai tuntas. Perlindungan konsumen adalah bagian dari pembangunan berkelanjutan. Tidak ada pembangunan tanpa jaminan keselamatan warga,” tandasnya.(GL)








