GledekNews-Lotim. Nasib para Pekerja Migran Indonesia (PMI) Lombok Timur pada khususnya dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya tentunya sangat memprihatinkan sekali.Baik pada saat berangkat ke luar negeri harus menerima tawaran manis dari para calo atau tekong.
Begitu juga saat terjadi masalah di tempat bekerja seperti meninggal dunia maupun kecelakaan justru para calo kembali bermaian menawarkan jasa ke pihak keluarga PMI.
“Para PMI kita hidup dicaloin,matipun juga dicaloin,” kata Direktur Advorkasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) Lotim,Roma Hidayat kepada wartawan dalam media gathering di salah satu lesehan wilayah Sekarteja Lotim.
Oleh karena itu, tambah Roma,pemerintah harus memberikan jaminan terhadap para PMI yang bekerja ke luar negeri,baik saat berangkat,bekerja maupun pulang dari bekerja ke luar negeri.
Begitu juga masyarakat kita yang ingin menjadi PMI, maka harusnya selektif betul dalam melihat Pusahaan Jasa Tenaga Kerja Indosia (PJTKI) atau Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia.
Apakah memiliki ijin resmi ataukah tidak.” Jangan sampai terbujuk rayuan tekong atau calo,karena salah memilih perusahaan maka masyarakat yang akan dirugikan nantinya,”ujarnya.
Direktur ADBMI juga meminta kepada pihak Dinas Tenaga Kerja bersama leading sektor yang ada hendaknya bisa memberikan pengawasan yang ketat terhadap para PJTKI atau P2MI.
Dengan kalau ada yang salah hendaknya diberikan teguran,apalagi sampai merugikan masyarakat atau PMI yang diberangkatkan terjadi masalah.Apalagi PMI ini merupakan pahlawan devisa negara yang harus diperhatikan oleh pemerintah.
“Kita inginkan PMI bisa berangkat dan pulang dengan baik,bukan malah terjadinya masalah ditempatnya bekerja seperti laporan yang seringkali kami terima,”tandasnya. (Jal).








