Gledeknews, Lombok Timur – Salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, menjadi sorotan warganet. Dapur yang diduga bernama MBG “Suralaga 2” tersebut menuai kritik setelah video terkait menu makanan yang dibagikan kepada siswa viral di media sosial.
Sorotan tersebut muncul dari unggahan akun Facebook @Jihan Mykekey yang memperlihatkan menu roti yang didistribusikan kepada siswa penerima manfaat program MBG. Dalam unggahannya, pemilik akun mempertanyakan kelayakan serta kandungan gizi dari roti yang diberikan.
“Bukan masalah bersyukur, tapi layak tidak dimakan sama anak-anak. Ini butuh air satu liter buat mencerna roti ini. Kasian kan kalau dibuang mubazir,” tulis akun tersebut dalam postingannya pada Selasa (11/3).
Dalam video berdurasi sekitar satu menit lima detik itu, terdengar sejumlah orang tua siswa mempertanyakan keberadaan ahli gizi yang bertanggung jawab atas menu makanan yang disediakan oleh dapur SPPG tersebut. Mereka menilai roti yang diberikan tidak mencerminkan makanan bergizi seperti tujuan program MBG.
“Siapa ahli gizinya? Masyaallah kok begini yang dikasih. Ini SPPG 2 Suralaga, gizinya di mana? Ini butuh satu liter air baru bisa kita makan,” ujar salah seorang dalam video tersebut.
Orang tua siswa juga menilai roti yang dibagikan didominasi tepung tanpa campuran bahan lain seperti telur yang dinilai dapat menambah nilai gizi. Menurut mereka, makanan tersebut bahkan berpotensi membuat anak-anak kesulitan saat mengonsumsinya.
“Kalau begini bisa keselek kita makan. Ini bukan masalah bersyukur, tapi ini tidak layak dimakan karena hanya tepung dan mengembang,” ungkapnya.
Unggahan tersebut pun mendapat berbagai tanggapan dari warganet. Salah satunya datang dari akun @Yuni Miranda yang menilai program makanan bergizi tersebut justru berpotensi menjadi makanan mubazir jika kualitasnya tidak diperhatikan.
Sementara Kepala SPPG Suralaga 2, belum memberikan klarifikasi terkait menu roti yang didistribusikan kepada para siswa penerima manfaat program MBG di wilayah tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih dimintai keterangan lebih lanjut mengenai standar menu dan pengawasan ahli gizi dalam program tersebut.(GL)








