Gledeknews, Mataram – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur (Lotim) mendapat sorotan dan kritik dari masyarakat terkait menu MBG yang didistribusikan kepada penerima manfaat. Sorotan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial (medsos).
Mulai dari hitungan porsi makanan, nilai gizi pada menu, hingga adanya temuan buah yang rusak dan busuk yang ikut didistribusikan kepada penerima manfaat. Khusunya terhadap menu kering yang disalurkan selama bulan Ramadhan, yang dinilai sebagian masyarakat belum memenuhi standar yang diharapkan.
Menanggapi berbagai sorotan tersebut, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Fathul Gani, menegaskan bahwa setiap aduan maupun temuan di lapangan, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan melakukan koordinasi bersama Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) di kabupaten/kota.
“Kami sudah teruskan ke Korwil BGN Lotim untuk segera melakukan klarifikasi terhadap temuan atau aduan masyarakat dan saat ini sedang dalam proses,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3).
Ia menjelaskan, setiap laporan dari masyarakat akan dipastikan ditindaklanjuti melalui koordinasi serta klarifikasi kepada pihak SPPG yang bersangkutan. Selain itu, setiap kejadian yang terjadi di daerah juga dilaporkan kepada BGN pusat.
“Setiap laporan kejadian dipastikan sampai ke BGN pusat, baik secara langsung maupun berjenjang,” jelasnya.
H. Fathul Gani yang juga menjabat sebagai Asisten I Setda Provinsi NTB menambahkan, berbagai temuan maupun aduan masyarakat tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi BGN untuk melakukan penyempurnaan pelaksanaan program MBG di daerah.
“Tentu ini menjadi bahan evaluasi BGN untuk kesempurnaan program MBG di daerah,” tegasnya.(GL)








