Gledeknews, Lombok Timur – Lembaga Jaringan Advokasi Lingkungan Rinjani (JALUR) Nusa Tenggara Barat minta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, untuk evaluasi kinerja KPH Rinjani Timur, karena dianggap lemah dan lalai dalam melakukan pengawasan Hutan.
Selain itu, pihaknya meminta untuk lakukan investigasi atas dugaan terjadi perebahan (Penebangan-red) kayu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Dongo Baru Blok Pidana Desa Sapit, Kecamatan Suela dibawah pengawasan KPH Rinjani Timur. Karena ada dugaan pembiaran yang dilakukan oleh KPH Rinjani Timur
Demikian ditegaskan Agus Setiawan, SH, MH Ketua JALUR NTB kepada media ini saat dikonfirmasi, pada Sabtu (17|8). “Kita sangat menyayangkan sekali adanya aktivitas perambahan hutan yang terjadi di Hutan lindung donggo sapit,” tegasnya.
Masih kata dia, padahal di kawasan Hutan tersebut ada petugas di kantor RPH Suela, yang bertugas menjaga kawasan dari aksi perambahan liar. Namun sayangnya ada perambahan secara masif di lokasi tersebut dan tidak terdeteksi oleh petugas.
Menurutnya, dengan kejadian perebahan kayu yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung itu, tentunya hal ini menjadi tanggungjawab dari KPH Rinjani Timur dibawah DLHK Provinsi NTB.
“Kalau kawasan Hutan lindung yang memiliki petugas tersendiri masih ada perambahan liar, bagaimana dengan nasib Hutan lainnya,” terangnya.
Oleh kerena itu, pihaknya meminta DLHK NTB untuk serius melakukan investigasi terhadap persoalan ini, terutama terhadap petugas yang ada di KPH Rinjani Timur. Kerena pihaknya menduga ada kesengajaan pembiaran yang oleh pihak petugas dari KPH Rinjani Timur.
“Kita Minta DLHK untuk serius lakukan investigasi terkait perambahan kayu oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” tandasnya.
Sementara Kepala DLHK NTB Julmansyah, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut belum ada respon dan tanggapan sampai berita ini diterbitkan.(GL)








