NTB-Lotim-GledekNews. Pembangunan di tiga tahun berjalannya Pemerintahan Lombok Timur Bupati Drs. Sukiman Azmi dan Wakil Bupati H. Rumaksi Sj. SH (Sukma), akan tetapi Pembangunan di Kabupaten Lombok Timur sama sekali belum menunjukkan perubahan yang signifikan, wajah Lotim masih lusuh belum glowing kalau bahasa anak muda Sekarang.
“Seperti Kecamatan Masbagik yang berada di posisi tengah Kabupaten Lotim selalu menjadi anak tiri dalam sisi pembangunan di Lombok Timur, atau memang pemerintahan sekarang ini tidak mau memberikan kue tersebut kepada Masbagik, ” ungkap Hafizullah Mashuri mantan Ketua NasDem Lombok Timur yang juga sebagai anggota Dewan Pembina Formabes kepada media. Selasa (15/03/2022)
Ia pun menyebutkan, sekarang saja kalau tidak ada pressure dari Kepala Desa dan pemuda yang ada di Kecamatan Masbagik sudah barang pasti perubahan Puskesmas Masbagik Baru menjadi rumah sakit tipe D tidak akan mendapat perhatian. Ia pun Prihatin dengan anggaran yang di alokasikan di Tahun 2022.
“ini saja perhatiannya tidak serius kalau kita liat dari sisi penganggarannya hanya 750 juta, di samping sampai hari ini keputusan Bupati belum keluar untuk pembangunan,” sebutnya.
Masih kata Bang Hafiz panggilan Akrabnya yang juga tokoh pemuda Masbagik, selain Rumah Sakit tipe D saat ini yang menjadi perhatian. Menurut dia juga terkait masalah infrastruktur jalan yang ada di Masbagik.
Dimana saat ini, sambung Hafiz mengatakan jalan yang dari perempatan Masbagik menuju Desa Lendang Nangka sudah selayaknya dilakukan pelebaran terhadap ruas jalan tersebut, mengingat arus lalu lintas dijalan ini sudah sangat padat.
“seharusnya ini menjadi atensi prioritas Pemda Lotim untuk menghindari hal – hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Tambahnya, Ia berharap Kepada Bupati Lotim disisa jabatannya ini, untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat Lotim, Karena menurutnya pemerataan pembangunan harus proporsional di Lombok Timur.
“Bahwa Lotim bukan wilayah selatan saja tapi ada tengah dan utara, kebijakan pembangunannya harus merata jangan di satu tempat muter kayak gasing istilah bahasa sasak,” tandasnya. (Hul).








