Gledeknews, Lombok Timur – Kabupaten Lombok Timur kembali tegaskan posisinya sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional. Keberhasilan swasembada beras sepanjang setahun terakhir dirayakan melalui tasyakuran swasembada pangan yang digelar DPD Perhiptani Lombok Timur (Lotim), Rabu (7/1).
Mewakili Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, Sekretaris Daerah (Sekda) HM. Juaini Taofik menyebut capaian ini bukan hasil kerja instan. Swasembada beras merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari petani, tenaga penyuluh pertanian, TNI, hingga lembaga logistik dan penyedia pupuk.
“Tanpa sinergi penyuluh, petani, Kodim 1615 Lombok Timur, Bulog, dan Pupuk Indonesia, capaian ini mustahil diraih,” kata Juaini dalam sambutannya.
Sekda menekankan bahwa ketersediaan beras memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi. Sebagai komoditas pangan utama, fluktuasi harga beras kerap menjadi pemicu inflasi dan tekanan sosial di masyarakat.
Karena itu, keberhasilan menjaga produksi dan pasokan beras dinilai strategis, tidak hanya bagi daerah, tetapi juga secara nasional.
Indikator kesejahteraan petani turut menunjukkan tren positif. Juaini ungkapkan Nilai Tukar Petani (NTP) di NTB pada Desember 2025 mencapai 134,14 meningkat 4,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Angka ini mengindikasikan pendapatan petani relatif lebih baik dibandingkan pengeluaran mereka. “Ini bukti bahwa swasembada tidak hanya soal stok, tetapi juga kesejahteraan petani,” ujarnya.
Dandim 1615 Lotim yang hadir dalam acara itu mengaku sempat meragukan target swasembada di awal. Namun, hasil panen di lapangan membuktikan sebaliknya. Ia berharap keberhasilan ini tidak bersifat temporer dan terus dijaga melalui pendampingan berkelanjutan oleh TNI, Polri, serta penyuluh pertanian.
Sementara Ketua DPD Perhiptani Lombok Timur, Lalu Muhammad Zainudin, menegaskan peran strategis penyuluh pertanian sebagai ujung tombak ketahanan pangan. “Saya dorong agar sinergi antar pemangku kepentingan terus diperkuat, tidak hanya untuk beras, tetapi juga komoditas pangan strategis lainnya,” katanya.
Keberhasilan swasembada beras ini menjadi pijakan awal bagi pemerintah untuk mendorong kemandirian komoditas pangan lain, sejalan dengan agenda besar kedaulatan pangan nasional. Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian Panen Raya Nasional yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Karawang.(GL)








