Gledeknews, Lombok Timur – Salah satu masyarakat mempertanyakan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedjono Selong terhadap Masyarakat (Pasien-red) yang melakukan perawatan di RSUD Soedjono Selong.
Pasalnya dalam melakukan pengurusan administrasi untuk kepulangan keluarganya membutuhkan waktu berjam-jam saat dilayani oleh pihak RSUD Soedjono Selong, sehingga membuat keluarga pasien kesal dengan pelayan itu.
“Proses menunggu ini sangat lama memakan waktu dua jam. Saya bolak-balik menanyakan status kepulangan di petugas piket,” ungkap Qori’ Bayyinaturrosyi salah satu keluarga Pasien asal Labuan Haji, kepada media ini pada Senin (26|2).
Dikatakannya, Pihak RSUD Soedjono Selong mengklaim keterlambatannya akibat harus menanggung proses secara online dari dokter yang dilakukan secara online (petugas RSUD-red).
Menurutnya, dengan pelayanan sistim online harusnya akan mempercepat dan memudahkan RSUD dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Akan tetapi justru yang dirasakannya dengan RSUD Soedjono Selong, dengan pelayanan online ini pelayanan tidak terhambat.
“Justru itu yang memicu tanda tanya besar saya, “secara online”. Bukankah seharusnya sistem online itu mempercepat proses?,” cetusnya.
Tidak itu saja, Lanjutnya, apa yang di alaminya juga dialami oleh keluarga pasien lainya yang harus menunggu berjam-berjam dalam proses pelayanan oleh RSUD Soedjono Selong keluarga asal Kecamatan Suela. Sehingga membuat keluarga menjadi kesal dengan pelayan tersebut.
Menurutnya, sistem teknis administrasinya terlampau memakan waktu, dan terkesan tidak terintegrasi. Karena dalam pelayan harus membutuhkan waktu berjam-jam. Selian itu miskomunikasi antar petugas dan bidang-bidang yang sangat tinggi, dan muaranya adalah merugikan pasien dan keluarganya.
“Saya sangat berharap agar pelayan publik di setiap Rumah Sakit bisa super optimal. Karena pelayanan publik di Rumah Sakit adalah gambaran utuh mengenai kualitas pelayanan publik di daerah kita,” tandasnya.
Sementara itu, Pihak RSUD Soedjono Selong, saat dikonfirmasi Direktur Utama dr. HM. Hasbi Santoso belum ada respon dan tanggapan sampai berita ini di terbitkan.(GL)








