Gledeknews, Lombok Timur – Mantan Ketua Panwaslu Lombok Timur (Lotim) tahun 2009, Abdul Muhid menyoroti dan meminta KPU dan Bawaslu untuk netral dalam menjalankan proses Pemilihan Umum tahun 2024.
Dengan tidak berperan ganda dalam pemilu tersebut sehingga kenetralannya sangat dibutuhkan.
Sorotan pelaksanaan Pemilu 2024 ini dilakukan, mengacu kepada hasil tahun 2019. Dimana beberapa TPS, suara semua tercoblos dan sesuai dengan daftar jumlah pemilih di wilayah Selatan.
“Kami minta KPU dan Bawalu untuk berhati-hati dalam pelaksanaan pemilu, karena kita mengacu pada tahun 2019 suara tidak ada rusak,” ungkap Abdul Muhid, Jumat (13|10).
Menurutnya, kenetralan penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu dalam kontestasi pemilu 2024 sangat penting. Karena hal ini harus dilakukan untuk memberikan ruang semua kompetitor politik dalam berkompetisi sehat.
Tak itu saja, kenetralan penyelenggara ini juga akan memberikan ruang kepada masyarakat untuk menggunakan memilih dan menggunakan hak suaranya. Selain itu, ia menyebut kondisi pemilih juga sangat pariasi, sehingga kata dia sangat sulit kalau dalam satu TPS akan kertas suara sah semua sesuai jumlah pemilih.
“Pada prinsipnya satu orang satu suara. Padahal kita harus sadari pemilih Banyak berpotensi salah melakukan memilih terutama pemilih yang sudah tua,” terangnya
Muhid juga yang anggota DPRD Lotim dua Periode ini tegaskan, agar pihak penyelenggara menjaga kenetralitasnya. Akan tetapi apa bila penyelenggara tidak menjaga kenetralitasannya, maka pihaknya akan melakukan tindakan hukum sesuai dengan aturan yang ada. (GL)








