GledekNews – Lombok Timur, Sejumlah pengurus dan anggota Komite pertanyakan status keberadaan sekolah tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) PGRI 14 yang berada di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masbagik Utara Baru Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur.
Dalam dialog ketua Komite Khaerul Ihsan, SH mengungkapkan, bahwa dari pihak sekolah SDN 1 Masbagik Utara Baru dan TK PGRI 14 maupun dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak ada kordinasi dengan pihak Komite sekolah terkait pembangunan RKB yang di peruntukkan untuk TK PGRI 14.
“Kami menyayangkan pihak sekolah dan dinas terkait tidak ada koordinasi dengan kami ke pihak komite, apa lagi disana sekarang sudah di bangun ruang kelas baru untuk TK PGRI, bukankah di sana aset lahannya masih punya SDN 1,” ungkapnya Rabu, (07/09)
Sebelumnya, Ketua Komite Khaerul Ihsan, SH bersama anggota komite melayangkan somasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur untuk mempertanyakan status TK PGRI yang ada di lingkungan SDN 1 Masbagik Utara Baru itu.
Lebih jauh kata Khairul Ihsan, berharap kepada pihak sekolah untuk tetap melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak komite, apapun jenis kegiatan yang mau dilaksanakan di sana, sehingga tidak ada gejolak di kemudian hari
Ditegaskan juga, sesungguhnya pihak komite tidak pernah melakukan intervensi pihak sekolah. akan tetapi, paling tidak dari pihak pengelola sekolah memberitahu kegiatan yang ada di sana, karena komite juga berhak untuk mengetahuinya. Dimana status lahan tempat pembangunan ruang kelas baru untuk TK PGRI masih kepemilikan dari SDN 1 Masbagik Utara Baru.
Khaerul menjelaskan bahwa seharusnya pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah selalu melakukan koordinasi dengan pihak komite apapun jenis kegiatan yang mau dilaksanakan disekolah itu, sehingga tidak ada masalah di kemudian hari.
“Kami tidak ingin intervensi pihak sekolah, tapi paling tidak kami diberitahu terkait kegiatan yang ada, karena kami berhak tau juga selaku komite lebih – lebih kami sebagai Kepala Desa disana, untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan di kemudian hari,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala bidang PNF dan PAUD Pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim Pajri, S.pd, mengatakan dalam dialog tersebut, mengakui dalam hal ini tidak tau menahu terkait permasalahan pembangunan RKB dan status lahan itu, di hadapan anggota komite ungkapkan,
Karena sebutnya, pihaknya hanya menyusun program untuk pembangunan RKB untuk TK PGRI yang ada di Lingkungan SDN 1 Masbagik Utara Baru, akan tetapi terkait masalah teknis pembangunannya dan status lahannya itu bukan ranah nya.
Lebih jauh Pajri juga mengungkapkan kepada semua anggota komite terkait kurangnya koordinasi dengan pihak komite maupun desa dan berjanji akan mengawal kejelasan status lahan TK PGRI 14 ke Pemda Lombok Timur.
“Dengan kejadian ini akan menjadi pelajaran kita semua, dan kedepannya supaya pihak sekolah selalu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak komite selaku perwakilan masyarakat disana dan kami akan menghadap ke bapak bupati Lombok timur untuk mengawal permasalahan ini,” terangnya.
Camat Masbagik H.Muhiddin yang juga hadir di acara dialog itu meminta kepada pihak sekolah untuk selalu melakukan koordinasi dan dengan pihak komite selaku perwakilan masyarakat disana.
“Kita berharap kedepannya pihak sekolah selalu melakukan koordinasi dengan pihak komite supaya tidak terjadi pemikiran yang tidak – tidak dan acara ajar belajar berjalan dengan baik,” tandasnya.(GL)








