Gledeknews, Lombok Timur – Komisi II DPRD Lombok Timur (Lotim), soroti respon waktu menerima oleh rujukan UGD di RSUD dr. R. Soedjono Selong terhadap pasien, karena waktu rujukan ini menjadi keluhan masyarakat.
“Respon time rujukan UGD RSUD. dr. R. Soedjono Selong supaya cepat tanggap, karena Ini salah satu keluhan masyarakat bilamana pasien yg dirujuk dari puskesmas harus menunggu jawaban dari pihak IGD Rumah Sakit sampai berjam-jam,” kata Dedy Akwarizal Pebriyanto, anggota Komisi II DPRD Lotim Fraksi PKB, pada rapat kerja. Kamis (24|10).
Menurutnya, Hal tersebut perlu diperhatikan oleh pihak Rumah Sakit, karena yang boleh merujuk pasien itu tentu pihak dokter dari puskesmas, jadi tidak alasan dokter pihak Rumah Sakit untuk menunda penerimaan pasien yang dirujuk tersebut.
“Sudah barang pasti pasien yang dirujuk membutuhkan penangan lebih intensif dirumah sakit,” ungkapnya.
Dedy sapaan akrabnya, juga menyinggung
terkait kejelasan masa depan karyawan rumah sakit yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun. “Kejelasan baik itu dokter, perawat, bidan, analis,gizi, cleaning servis, scurity tenaga administrasi lainnya mohon diajukan pengusulannya terkait masa depan teman honor disana,” imbuhnya.
Tak itu saja, ia juga soroti dan dorong Dinas Pariwisata Lotim, menjadikan kawasan Pandan Duri untuk menjadi salah satu kawasan wisata.
“Langkah – langkah yang bisa dilakukan dinas pariwisata untuk menjadikan bendungan Pandan Duri menjadi kawasan wisata strategis kedepan,” tanya Dedy.
Ia juga pun berharap agar Dinas Pariwisata Lotim untuk bisa mengelola dan mengembangkan kawasan wisata yang ada Lotim, karena ini sebagai salah satu sumber PAD kedepannya kedepan.”Kenapa kabupaten lain bisa, kenapa kita di Lotim gak bisa,” tandasnya.
Menanggapi itu, Kadis pariwisata Lotim Widiyanto, meminta waktu untuk turun langsung meninjau lokasi,” kita minta turun dulu, baru bisa menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan utk menjadikan bendungan tersebut kawasan wisata,” terangnya.(GL)








