Gledeknews,Lombok Timur-Camat Jerowaru, Kamaruddin bersama dengan Ketua Panitia Pilkades Pemongkong, M. Syu’aibun Hadi kabur terlebih dahulu sebelum rapat hasil pemeriksaan persyaratan bakal calon Kades Pemongkong selesai digelar, Jumat (6|1).
Para balon kades bersama pendukung balon kades mensinyalir kalau Camat bersama Ketua Panitia Pilkades khawatir takut dikomplain para balon kades bersama pendukung terhadap hasil keputusan yang diambil.
“Kita sangat sayangkan kenapa pak Camat dan Ketua Panitia Pilkades kabur sebelum berakhir acara,maka ini menjadi pertanyaan kita,” kata pendukung salah satu balon Kades Pemongkong, Buniyamin.
Menurutnya pihaknya patut mencurigai dalam penetapan hasil verifikasi faktual tersebut ada dugaan indikasi permainan yang dilakukan panitia Pilkades.
Begitu juga Panitia Pilkades dinilai kurang memahami aturan mengenai Pilkades tersebut.Terutama terhadap verifikasi faktual turun langsung ke lapangan,akan tapi dinilai hanya mengandalkan data yang sudah mereka pegang.
“Harusnya panitia Pilkades turun kroscek ke lapangan terhadap data yang dimiliki masing-masing balon kades bersama-sama,sehingga tidak menimbulkan persoalan seperti sekarang ini,” tukasnya.
Sementara empat balon kades Pemongkong yang dinyatakan tidak lulus verifikasi faktual menegaskan tidak terima dengan hasil verifikasi faktual tersebut. Karena pihaknya menduga kuat permainan dilakukan Panitia Pilkades Pemongkong dengan berusaha mendiskualifikasi kami dengan alasan tidak memenuhi syarat verifikasi.
“Kami merasa keberatan dengan hasil verifikasi tersebut dan kami meminta pertanggungjawaban panitia Pilkades dengan rencana mengajukan keberatan ke Pengawas Kecamatan dan Kabupaten,” tegasnya.
Ketua Panitia Pilkades Pemongkong, M.Syu’aibun Hadi saat dikonfirmasi berkali melalui chat pribadinya tidak ada yang merespon dan memberikan jawaban atas persoalan tersebut.(GL)








