Gledeknews, Lombok Timur – Ketua BPD Lombok Timur, Judan Putrabaya menuding kalau dewan Lotim seperti parleman jalanan. Karena adanya kritikan keras yg disampaikan sejumlah Anggota Dewan Lotim pasca lolosnya LKPJ Bupati Lotim dalam Paripurna DPRD Lotim, Kamis (13|4).
“Berani menyampaikan sejumlah anggota Dewan setelah sidang paripurna selesai,kenapa gak saat sidang sedang berlangsung,sehingga tentunya sangat memalukan dan tidak salah kalau saya bilang seperti parlemen jalanan,” terang Judan Putrabaya, Jumat (14|4).
Menurutnya seharusnya sikap kritis dan tegasnya disampaikan saat sidang paripurna berlangsung,bukan malah bernyanyi setelah sidang selesai di media massa terhadap sidang paripurna LKPJ Bupati Lotim tahun 2022.
Apalagi juga saat sidang banyak kursi yang kosong dan tidak terisi penuh oleh 50 orang anggota DPRD Lotim yang telah diberikan mandat oleh rakyat untuk memperjuangkan apa yang menjadi permasalahan rakyat dan melakukan kontrol dan pengawasan terhadap eksekutif dalam mengelola uang rakyat,akan tapi tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
“Kami rakyat Lotim mengaku kecewa dan malu dengan sikap anggota dewan Lotim seperti ini,” tukasnya.
Lebih jauh Ketua Forum BPD Lotim berharap agar anggota dewan Lotim bisa menunjukkan kinerja maksimal dengan memberikan koreksi dan evaluasi menyeluruh dalam LKPJ Bupati,apalagi ini Paripurna terakhir masa Kepemimpinan SUKMA.
Kemudian apa yang terjadi justru Anggota DPRD Lotim malah banyak berkicau di luar acara resmi seperti tak ubahnya bagaikan Parlemen jalanan. Sehingga sikap ini malah terkesan para Anggota Dewan Lotim hanya sebatas mencari sensasi dan panggung murahan guna menarik simpati warga Lotim jelang Pemilu 2024 mendatang.
“Kami sudah mencatat sikap pragmatis anggota dewan dinilai hanya mementingkan partainya semata bukan untuk kepentingan dan kebutuhan rakyat Lotim,” ujarnya.
Begitu juga,lanjutnya, Rakyat Lotim telah mencatat anggota dewan yang duduk sekarang layak atau tidaknya didukung dalam pemilu 2024. Dengan tentunya rakyat Lotim akan memberikan hukuman dengan caranya sendiri.
Bahkan mengajak rakyat Lotim untuk memberikan hukuman dengan cara mereka sendiri dengan melakukan kritik yang menyeluruh atas kinerja anggota dewan Lotim yang dinilai telah melalaikan Tugas-Tugas konstitusionalnya sebagai Wakil Rakyat.
Dengan apakah Mereka tidak sadar atau pura pura tidak memahami hal itu atau justru tindakan mereka itu adalah sebuah kesengajaan karena Takut melakukan Koreksi atas LKPJ Bupati Lombok Timur tahun 2022.
“Kami menilai justru selama ini Kinerja Dewan sendiri yang Bobrok karena terindikasi tidak transparan dalam penggunaan Anggaran – anggaran Pokir di Dapil masing-masing,maka ini tentunya menjadi pertanyaan kita semua,” paparnya.(GL)








