Gledeknews, Lombok Timur – Seorang guru swasta di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, Niken Hafizoh Anggraini, meninggal dunia saat dalam perjalanan rujukan dari RSUD Patuh Karya Keruak menuju RSUD dr. R. Soedjono Selong.
Almarhumah sebelumnya menjalani operasi caesar di RSUD Patuh Karya Keruak setelah mengalami kondisi darurat persalinan.
Dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Sabtu kemarin (4/6) dari seorang Kerabat korban, Umy Sarkawi, menuturkan almarhumah awalnya dibawa ke Puskesmas Rensing, Sakra Barat, pada Selasa (2/6) sore. Karena kondisi yang membutuhkan penanganan lanjutan, pasien kemudian dirujuk ke RSUD Patuh Karya Keruak.
“Di RS Keruak, bayi tidak bisa lahir meski sudah dua kali diberikan obat perangsang. Dokter menyampaikan air ketuban sudah habis dan harus dilakukan operasi,” ujar Umy.
Operasi caesar dijadwalkan pada Rabu (3/6). Sebelum tindakan, pihak keluarga sempat mempertanyakan kemungkinan rujukan ke RSUD Selong.
“Saya sempat tanya ke suaminya, apakah tetap operasi di Keruak atau dirujuk ke Selong. Dijawab, kata dokter bisa ditangani di sini dan tidak diberikan rujukan,” katanya.
Usai operasi, efek bius mulai hilang. Namun, korban mengeluhkan nyeri hebat di bagian perut hingga merintih kesakitan.
“Yang memeriksa hanya perawat. Setiap perut disentuh, pasien kesakitan luar biasa dan tidak bisa diam karena menahan sakit,” jelasnya.
Kondisi korban terus memburuk. Korban mengalami pendarahan hebat kondisinya semakin lemah. Pihak rumah sakit kemudian merujuk korban ke RSUD Selong.
Namun dalam perjalanan, korban disebut sudah tidak merespons. Setibanya di Instalasi Gawat Darurat RSUD Selong, tim medis berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Pihak keluarga menyayangkan penanganan medis yang dinilai terlambat, termasuk tidak adanya pemeriksaan lanjutan oleh dokter setelah operasi dan keterlambatan rujukan.
“Kami menduga ada kelalaian dalam penanganan di RSUD Keruak,” tegas Umy.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Pihak RSUD Patuh Karya Keruak belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi telah dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan singkat, namun belum mendapat respons.(*)








