GledekNews.com
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Login
  • Register
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
GledekNews.com
No Result
View All Result
Home BERITA

Ketika Moratorium BPP Menguji Solidaritas: Ikhtiar Sekolah dan Orang Tua di SMAN 1 Masbagik

gledek by gledek
18/02/2026
in BERITA, GLEDEK NTB, Lombok Timur, PENDIDIKAN
0
Ketika Moratorium BPP Menguji Solidaritas: Ikhtiar Sekolah dan Orang Tua di SMAN 1 Masbagik
1000
SHARES
1000
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gledeknews, Lombok Timur – Moratorium Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) yang diberlakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sejak September lalu membawa dampak nyata bagi aktivitas sekolah.

ADVERTISEMENT

Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Masbagik, kebijakan tersebut bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, melainkan jeda panjang bagi berbagai program yang selama ini menopang denyut pendidikan.

RELATED POSTS

Pemkab Lotim Luncurkan Aplikasi SIGUMI

Siswa MAN 1 Mataram Raih Prestasi Gemilang di Ajang Duta Batik Indonesia

Sebelumnya, Pemprov NTB telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Moratorium Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) untuk SMA, SMK, dan SLB Negeri di wilayah tersebut. Kebijakan ini secara resmi melarang sekolah menarik pungutan BPP dari orang tua atau wali murid hingga adanya regulasi baru yang tetap.

Kepala sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Wirawan S.Pd, menuturkan bahwa penghentian BPP secara otomatis menghentikan pula penarikan SPP. Konsekuensinya, sejumlah kegiatan siswa, honor guru dan pegawai honorer, hingga program ekstrakurikuler yang telah dirancang sejak awal tahun terpaksa tertunda.

“Kami sampaikan apa adanya kepada wali murid. BPP berhenti, maka SPP juga berhenti. Sekolah menjadi gratis, tetapi ada konsekuensi besar pada kegiatan,” ujar Wirawan, Rabu (18/2).

Dalam rapat yang melibatkan wali murid kelas X hingga XIII, pihak sekolah dan komite sepakat tidak mencari jalan pintas. Tidak ada pungutan, tidak ada penagihan. Namun, dari ruang musyawarah itu justru lahir inisiatif yang menguatkan: sumbangan sukarela.

Para wali murid mengusulkan sistem atau sekema sederhana amplop kosong yang dibawa pulang setiap bulan. Orang tua mengisi sesuai kemampuan masing-masing, tanpa angka patokan, tanpa kewajiban. Jika satu bulan tak mampu memberi, tak ada pertanyaan, apalagi tekanan.

“Ini murni sumbangan. Tidak ada paksaan. Tidak ditentukan besarannya,” kata Wirawan.

Pengelolaan dana dilakukan secara bersama oleh bendahara komite dan bendahara sekolah. Hasilnya pun beragam. Rata-rata dana yang terkumpul berkisar Rp11–12 juta per bulan dengan jumlah yang jauh dari kebutuhan ideal sekolah, namun cukup untuk menjaga beberapa aktivitas tetap berjalan. Sesekali, ada wali murid yang menyumbang hingga Rp150 ribu per bulan, meski jumlah itu hanya dilakukan oleh satu-dua orang.

Dana tersebut dimanfaatkan secara sangat hati-hati, sekadar uang saku lomba bagi siswa berprestasi, air minum untuk kegiatan, atau honor guru dan pegawai yang kini hanya tersisa seperempat dari sebelumnya dan kerap diterima tidak rutin.

“Sedikit, tapi sangat berarti. Setidaknya anak-anak tetap bisa bergerak.”ujar Wirawan.

Ke depan, pihak sekolah mulai merancang langkah realistis. Jika bantuan dari BOS dan BOS daerah belum menemukan solusi, sekolah akan memetakan kegiatan-kegiatan prioritas, khususnya lomba dan aktivitas prestasintwntunya berdialog langsung dengan orang tua siswa yang terlibat.

Bukan untuk membebani, melainkan mengajak berbagi tanggung jawab sesuai kemampuan. “Tidak semua anak terlibat di semua kegiatan, dan tidak semua orang tua memiliki kemampuan yang sama,” katanya.

Di Masbagik, kisah ini menjadi cermin bahwa pendidikan tak selalu bertahan karena kebijakan besar, tetapi sering kali karena kejujuran, keterbukaan, dan gotong royong kecil yang dijaga bersama. Di tengah keterbatasan, amplop kosong justru terisi oleh kepercayaan dan itulah yang membuat sekolah tetap bernapas.(*)

Share400SendShareTweet250Share100
ADVERTISEMENT
gledek

gledek

Related Posts

Pemkab Lotim Luncurkan Aplikasi SIGUMI

Pemkab Lotim Luncurkan Aplikasi SIGUMI

by gledek
14/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam rangka diseminasi...

Siswa MAN 1 Mataram Raih Prestasi Gemilang di Ajang Duta Batik Indonesia

Siswa MAN 1 Mataram Raih Prestasi Gemilang di Ajang Duta Batik Indonesia

by gledek
14/10/2026
0

Gledeknews, Yogyakarta - Salah seorang siswa MAN 1 Mataram M. Al Gifari meraih prestasi gemilang dalam lomba duta batik indonesia...

Dugaan Judi Sabung Ayam di Cakranegara Dibubarkan Polresta Mataram

Dugaan Judi Sabung Ayam di Cakranegara Dibubarkan Polresta Mataram

by gledek
12/10/2026
0

Gledeknews, Mataram – Polresta Mataram bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas perjudian sabung ayam atau yang dikenal dengan...

Warga di Lotim Nyaris Sekarat Dikeroyok

Warga di Lotim Nyaris Sekarat Dikeroyok

by gledek
10/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Salah seorang warga Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Nurul Abidin (31) nyaris sekarat dikeroyok...

Polisi Gerebek Cafe Tuak di Suryawangi

Polisi Gerebek Cafe Tuak di Suryawangi

by gledek
08/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Pihak Polres Lombok Timur melakukan penggerebekan terhadap cafe tuak yang berlokasi di wilayah pantai Suryawangi,Kecamatan Labuhan...

RECOMMENDED

Pemkab Lotim Luncurkan Aplikasi SIGUMI

Pemkab Lotim Luncurkan Aplikasi SIGUMI

14/10/2026
Siswa MAN 1 Mataram Raih Prestasi Gemilang di Ajang Duta Batik Indonesia

Siswa MAN 1 Mataram Raih Prestasi Gemilang di Ajang Duta Batik Indonesia

14/10/2026
  • 52.2M Fans
  • 134 Followers
  • 26.7k Followers
  • 206k Subscribers
  • 595 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Putra Sasak Jabat Kapolda NTB 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dibentak Para Kades, Dua Komisioner Bawaslu Lotim Keringat Dingin ‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Pelaku UMKM Internet RT/RW Tidak Bisa Dipidana Karena Ranah Perdata

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dianggap Kurang Elok Pj Bupati Lotim Tugaskan Alumni IPDN Jadi Kepala Pasar‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
GledekNews.com




Jl. Mawar No. 7

Komplek Rumah Sehat, Lingkungan Kampung Baru

Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong (83619)

Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia

+62 81918199111





Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Kategori

Advetorial BERITA Bima DESA Editorial EKONOMI GLEDEK NTB HIBURAN HUKUM Jakarta KESEHATAN Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Lombok Utara Mataram Musik NASIONAL NEWS OLAHRAGA OPINI PEMERINTAHAN PEMILU PEMUDA PENDIDIKAN PERTANIAN PILKADA POLITIK SOSOK SUMBAWA WISATA
Facebook Twitter RSS

© 2021 GledekNews – TIM IT Gledeknews gledeknews.

  • About
  • Contact
  • GledekTV
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Sitemap
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB

© 2021 GledekNews - TIM IT Gledeknews gledeknews.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In