Gledeknews, Lombok Timur – Publik mempertanyakan anggaran untuk debat kandidat pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) mencapai ratusan juta rupiah yang bersumber dari dana hibah pemerintah kabupaten (Pemkab) Lotim.
Sedangkan anggaran hibah Pemkab Lotim untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang diberikan mencapai Rp 41 Milyar lebih kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim.
Namun pada sisi lainnya lokasi debat kandidat paslon Bupati dan Wakil Bupati Lotim dengan menggunakan kantor Bupati Lotim nampak diguyur hujan lebat sebelum acaranya. Sehingga menyebabkan lokasi menjadi becek begitu juga terop dan kursi basah.
“Anggaran debat besar tapi kok sewa tempat saja gratis dengan menggunakan kantor Bupati Lotim,” kata sejumlah kalangan di Lotim, baik aktivis maupun LSM. Rabu (30|10)
Seharusnya lanjutnya, pihak KPU Lotim menyewa tempat tertutup seperti hotel atau tempat yang nyaman untuk melaksanakan debat kandidat paslon.
Bukan malah menggunakan kantor Bupati Lotim yang gratis, sedangkan KPU Lotim memiliki anggaran yang besar untuk debat lalu dikemanakan.
“Susah kalau KPU Lotim mau tempat gratisan untuk lokasi debat padahal sudah memiliki anggaran hibah yang besar,” ujarnya seraya mengatakan pihak KPU Lotim jangan jadi petinju dalam menggunakan anggaran dana hibah.
Sementara Sekretaris KPU Lotim, Nurdin yang sebelumnya bungkam buka suara dengan meminta kepada awak media yang mengkonfirmasi untuk membuat surat permohonan ke KPU Lotim kalau menanyakan masalah nomenklatur penggunaan anggaran.
Sementara untuk lokasi debat di kantor Bupati Lotim tidak ada biaya untuk sewa tempat,akan tapi pihaknya mengajukan surat permakluman ke Bupati Lotim mengenai peminjaman tempat.
“Kantor Bupati yang digunakan lokasi debat tidak ada biaya sewa,” ujarnya.(*)








