Gledeknews, Lombok Timur – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Izzuddin dinilai pinter Ngeles atau pandai mencari alasan pembenar ditengah-tengah mencuatnya kasus dugaan pemotongan honor guru honorer di Lombok Timur (Lotim).
“Kami melihat kalau Kadis Dikbud Lotim pinter ngeles, karena sudah tahu kebijakan itu salah kenapa masih saja mencari alasan pembenar,” kata sejumlah guru honorer maupun aktivis pergerakan di Lotim, Selasa (12|12).
Sementara itu Kadis Dikbud Lotim, Izzuddin menegaskan kalau pihaknya terpaksa melakukan penyesuaian gaji honor bagi GTT dan PTT untuk pembayaran lima bulan terakhir di tahun 2023 ini.
Hal ini dilakukan setelah dihitung kami terpaksa melakukan penyesuaian gaji guru honorer tersebut dengan dibayar merata agar tidak membebani APBD.
“Kita berharap agar guru honorer ini bisa menerima kebijakan ini dengan lapang dada sehingga ditahun 2024 akan bisa diterima honornya seperti semula,” tandasnya.
Mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim mengatakan pemotongan itu bukan berarti disunat hak gaji guru, melainkan dilakukan untuk penyesuaian dari anggaran yang ada.
“Pemotongan dilakukan untuk penyesuaian sesuai ketentuan yang ada,” tandas Izzuddin.(GL)








