Gledeknews, Lombok Timur – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyoroti dana mengingatkan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), agar melakukan evaluasi berbasis kompetensi sebagai dasar melakukan mutasi dan rotasi jabatan di Eslon II di Lingkup pemerintah kabupaten Lombok Timur.
Pasalnya, dalam mutasi dan rotasi jabatan dilakukan selama ini tidak berdasarkan hasil evaluasi berbasis kompetensi. Akan tetapi mutasi dan rotasi dilakukan atas dasar koneksi jaringan politik.
“Mutasi pejabat sangat penting untuk dilakukan, kami juga merasa langkah tepat untuk memperbaiki sistem di Pemkab Lotim. Orang yang di tempatkan di situ adalah mereka yang benar-benar punya kompeten bukan ditempatkan berdasarkan koneksi atau Jasa politik,” ungkap Ketua IMM Lotim Yandis, Sabtu (18/10).
Menurutnya, jika kebijakan mutasi dan rotasi hanya berbasis koneksi dan politik saja. Maka jangan heran jika banyak kepala-kepala organisasi perangkat daerah (OPD), akan berlagak angkuh dan tidak maksimal dalam bekerja untuk masyarakat.
“Kalau hanya pendekatan koneksi, bisnis dan politik saja. Maka harapan untuk menuju LOTIM SMART akan menjadi onani saja” tegasnya.
Ketua IMM juga mengingatkan agar para pejabat eselon III da eselon VI yang baru dilantik untuk menjadi pemimpin yang profesional, disiplin, dan teladan. Karena setiap pejabat yang dilantik harus mampu menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan kemampuan dalam mendukung visi Bupati dan Wakil Bupati dalam mewujudkan Lotim yang SMART.
Untuk itu, Tambah Yandis, IMM mendorong Bupati untuk menyeleksi betul Eselon II sebelum melakukan mutasi dan rotasi jabatan yang akan menduduki OPD-OPD di Lingkup Pemkab Lotim. Terutama terhadap OPD strategis antara lainnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Kesehatan.
“Kita minta agar Dinas penting betul-betul menjadi atensi khusus Pak Bupati. Agar pelayanan pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat Lotim menjadi PRIMA dan SMART,” tandasnya.(GL)








