Gledeknews, Lombok Timur – Satuan Tugas (Satgas) MBG Lombok Timur memastikan telah menerima hasil uji laboratorium dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram terkait sampel menu yang sebelumnya diduga menjadi pemicu insiden keracunan massal pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pringgasela.
Demikian ditegaskan Ketua Satgas MBG Lombok Timur (Lotim), H. Ahyani, saat dikonfirmasi melalui via telepon, terkait dengan hasil uji laboratorium dari BBPOM Mataram, Selasa (12/5).
“Kami sudah terima hasil uji laboratorium dari BPOM,” ujarnya.
Menurutnya, pembacaan dan penjelasan hasil uji laboratorium sepenuhnya menjadi domain tenaga ahli di Dinas Kesehatan (Dinkes) Lotim. Karena Dinkes juga bagian dari anggota Satgas MBG Lotim.
Keputusan ini diambil untuk menghindari kesalahan tafsir terhadap data laboratorium yang bersifat teknis dan membutuhkan keahlian khusus. Satgas hanya berperan dalam koordinasi dan penanganan di lapangan.
“Yang punya kompetensi membaca hasil laboratorium itu Dinkes. Jadi nanti mereka yang akan sampaikan ke publik,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinkes Lotim, Lalu Aries Fahrozi, mengatakan dari hasil uji laboratorium dari BBPOM. Berdasarkan pemeriksaan terhadap sampel makana, baik dari bank sampel maupun sisa makanan yang dikonsumsi oleh penerima manfaat ditemukan adanya kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada salah satu bahan makanan.
“Ini dapat disimpulkan bahwa dalam proses awal pengolahan bahan makanan yang dikonsumsi terkontaminasi akibat proses yang kurang higienis,” tegasnya.(GL)








