Gledeknews, Lombok Timur – Pada masa pemerintahan Bupati Lombok Timur HM. Sukiman Azmy dan Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Rumaksi (Sukma) dari tahun 2018 – 2023 pengangkatan tenaga honor daerah (Honda) atau non-ASN mengalami peningkatan cukup drastis sekali.
Sementara pada masa kepemimpinan Bupati Lotim, HM. Ali Bin Dachlan dan Wakil Bupati Lotim, H. Haerul Warisin dari tahun 2013 – 2018 jumlah tenaga Honda mencapai ribuan orang saja. Akan tapi pada masa pemerintahan Sukma jumlah tenaga honda mencapai belasan ribu orang.
“Kalau kita lihat terjadi peningkatan pengangkatan tenaga honda era kepemimpinan Bupati Sukiman Azmy, apabila dibandingkan dengan era kepemimpinan Bupati Ali BD,” kata para sejumlah kepada OPD dan ASN di Lotim kemarin, Jumat (19|1).
“Akibat terlalu membengkak jumlah tenaga honda membuat pemerintah daerah jadi beban untuk masalah pembayaran honornya tiap bulan,” terangnya.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, H. Mugni saat dikonfirmasi mengatakan dirinya tidak hapal jumlah tenaga Honda di Lotim saat ini.
Kemudian Sekretaris BKPSDM Lotim, As,ad menegaskan data jumlah tenaga honda belum final. Karena Surata Keputusan (SK) perpanjangan tenaga non ASN semua OPD belum tuntas.
“Untuk tahun 2023 jumlah tenaga honda mencapai 13.879 Orang,” tegasnya.
Kemudian dari catatan yang ada pada saat Kepala BKPSDM Lotim dipegang Salmun Rachman tahun 2021 jumlah tenaga honda di Lotim mencapai 14.704 orang yang tersebar di semua OPD, Camat dan Lurah se-Lotim.(GL)








