Gledeknews, Lombok Timur – Menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sakra Barat menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.
Unggahan akun @Riska dengan keterangan “Hhhhhmmmm aok aneh MBG” memicu beragam reaksi warganet. Banyak yang mempertanyakan kualitas serta standar penyajian makanan dalam program tersebut.
Di tengah polemik itu, Badan Gizi Nasional (BGN) diketahui telah mengeluarkan kebijakan penghentian sementara operasional 105 dapur MBG di Kabupaten Lombok Timur. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat resmi Nomor 1218/D.TWS/03/2026 tertanggal 31 Maret 2026.
Menanggapi viralnya unggahan tersebut, Kepala SPPG YPIT Dhiaul Fikri, Ria, yang berlokasi di Desa Jerogunung, Kecamatan Sakra Barat, membantah bahwa menu yang beredar di media sosial merupakan hasil distribusi dari pihaknya.
Ia menegaskan, dalam proses pendistribusian makanan, pihaknya tidak menggunakan plastik seperti yang terlihat dalam foto viral tersebut.
“Untuk pendistribusian kami menggunakan ompreng, bukan plastik seperti yang beredar itu,” ujarnya, Rabu (1/4).
Ia mengakui bahwa telur memang menjadi salah satu komponen dalam menu MBG sebagai sumber protein, yang dilengkapi dengan bahan makanan lain guna memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tampilan menu dalam unggahan tersebut tidak sesuai dengan makanan yang didistribusikan oleh pihaknya.
“Memang benar ada telur, tapi menu yang difoto itu tidak sesuai dengan yang kami distribusikan,” tegasnya.(GL)








