Gledeknews, Lombok Timur – Dugaan ditemukannya lalat pada menu ayam suwir dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke sejumlah sekolah di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, menuai perhatian publik. Itu terpantau oleh media ini pada salah satu akun medsos facebook dengan akun Baiq Situ Ayu, dengan cuitan”menu MBG hari sekolah” pada Kamis (22/1).
Lalat yang diduga menyerupai lalat rumah (Musca domestica) tersebut merupakan jenis lalat yang umum hidup di lingkungan kotor seperti sampah dan sisa makanan. Menu MBG itu diketahui didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gratis (SPPG) Yarim Jerowaru kepada sekolah-sekolah mitra.
Menanggapi isu tersebut, Kepala SPPG Yarim Jerowaru, Lalu Febri Siswandi, memberikan klarifikasi terkait proses pengolahan makanan di dapur SPPG. Ia tegaskan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal menjaga kualitas bahan baku serta kebersihan dapur selama proses produksi makanan berlangsung.
Selain menjaga kebersihan dapur, SPPG Yarim Jerowaru juga melengkapi fasilitas dapur dengan alat insect killer sebagai langkah pencegahan masuknya lalat maupun serangga lain ke area pengolahan makanan.
“Di dapur kami sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga kebersihan dan kualitas bahan baku. Kami juga menggunakan alat insect killer untuk mencegah adanya lalat. Sebelum makanan dipacking, seluruh menu dibungkus menggunakan kertas wrapper agar terhindar dari serangga,” jelasnya.
Disampaikannya bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi langsung kepada tim pemorsian. Berdasarkan keterangan tim, tidak ditemukan adanya serangga saat proses pemorsian maupun pengemasan makanan dilakukan.
“Mohon maaf sebelumnya, saya sudah meminta klarifikasi dari tim pemorsian dan jawabannya mereka tidak menemukan serangga tersebut. Terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang benar, kejadian ini tetap kami jadikan bahan evaluasi agar ke depan bisa lebih teliti lagi,” tambahnya.
Kendati demikian, SPPG Yarim Jerowaru berkomitmen untuk terus meningkatkan standar kebersihan serta pengawasan guna memastikan kualitas dan keamanan makanan dalam Program MBG tetap terjaga.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Lombok Timur, Agamawan, mengungkapkan bahwa setelah berkoordinasi dengan pihak SPPG Yarim Jerowaru, pihaknya membenarkan adanya laporan ditemukannya lalat dalam menu MBG tersebut. Namun, kejadian itu disebut hanya terjadi pada satu porsi makanan.
Menurutnya, apabila ditemukan permasalahan pada menu MBG, pihak sekolah seharusnya terlebih dahulu mengonfirmasi kepada pihak dapur agar dapat segera dilakukan penggantian. Mekanisme tersebut, kata dia, telah diatur dalam nota kesepahaman (MoU) antara dapur MBG dan pihak sekolah.
“Pada prinsipnya, SPPG menyatakan siap melakukan penggantian apabila memang ada laporan resmi dari pihak sekolah. Namun, dalam kasus ini, pihak sekolah tidak melakukan konfirmasi atau permintaan penggantian, padahal sudah ada MoU yang mengatur mekanisme tersebut. Seharusnya dilakukan koordinasi terlebih dahulu, bukan langsung dipublikasikan di media sosial,” tegasnya.
Ia berharap ke depan seluruh pihak dapat mengikuti mekanisme yang telah disepakati bersama demi menjaga kelancaran dan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.(*)








