Gledeknews, Lombok Timur –Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, mulai menggulirkan wacana besar dalam dunia pendidikan nasional. Mata pelajaran Artificial Intelligence (AI) dan coding direncanakan akan menjadi pelajaran wajib bagi siswa, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Mentri Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, tegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan diterapkan secara tergesa-gesa. Saat ini, pemerintah tengah fokus memastikan kesiapan infrastruktur serta kompetensi tenaga pendidik sebelum pemberlakuan secara menyeluruh.
“Pada waktunya nanti AI dan coding akan menjadi mata pelajaran wajib, jika guru sudah terpenuhi dan sarana prasarana juga telah siap,” ujarnya usai, seusai resmikan program revitalisasi sekolah di SMK 1 Sikur, Lombok Timur, Minggu kemarin (17/5).
Menurutnya, sejumlah sekolah saat ini telah lebih dulu menerapkan AI dan coding sebagai mata pelajaran pilihan. Implementasi tersebut dilakukan di sekolah-sekolah yang dinilai sudah memiliki kesiapan, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas tenaga pengajar.
Penguatan kapasitas guru menjadi salah satu prioritas utama. Berbagai pelatihan telah digelar untuk meningkatkan literasi digital serta kemampuan pengajaran di bidang teknologi, termasuk AI dan coding.
“Guru-guru sudah kita latih untuk memperkuat kemampuan digitalisasi. Sekarang ini, AI dan coding sudah menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah yang siap,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada transformasi digital, Kemendikdasmen juga mendorong pembentukan karakter siswa melalui program ‘7 Kebiasaan Anak Indonesia’. Program ini meliputi kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, serta tidur lebih awal.
Selain itu, kebijakan ‘Pagi Ceria’ turut diperkenalkan sebagai bagian dari rutinitas sebelum kegiatan belajar mengajar. Tiga aktivitas utama dalam program ini adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, senam bersama, serta doa bersama.
Untuk memperkuat seluruh program tersebut, pemerintah juga mulai menerapkan konsep pembelajaran mendalam (deep learning). Para guru telah mendapatkan pelatihan khusus agar mampu mengimplementasikan metode ini dalam proses pembelajaran di kelas.
“Pembelajaran mendalam ini kami dorong untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai kebangsaan,” tandasnya.(GL)








