Gledeknews, Lombok Timur – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yayasan yang berinisial HW dan berlokasi di wilayah kecamatan Pringgabaya Lombok Timur (Lotim) menjadi sorotan.
Pasalnya sekitar 31 orang siswa dari empat sekolah dilarikan ke Puskesmas Batuyang dan klinik swasta diduga mengalami keracunan pasca menyantap nasi goreng MBG diberikan dapur tersebut, Jumat (17/10).
Kemudian dari sekian banyak siswa yang berbondong-bondong ke Puskesmas dan klinik swasta di wilayah kecamatan Pringgabaya. Karena mengalami sakit perut, mual dan muntah-muntah.
Sehingga menyebabkan 27 orang siswa diberikan pulang setelah kondisi membaik dan empat orang siswa lainnya terpaksa di infus karena kondisinya.
Diantara sekolah yang siswanya diduga mengalami keracunan MBG Keempat yakni SMP Satu atap Pohgading Timur, SDN 5 Pohgading, SDN 8 Pringgabaya dan MI NW Darul Hikmah Pekosong Pringgabaya dan SMP IT Al Hikam Pohgading.
Kepala Puskesmas Batuyang LM. Hilmi saat dikonfirmasi membenarkan adanya siswa yang dibawa ke Puskesmas dengan mengalami mual,pusing dan sakit perut.
“Siswa yang datang dibawa orang tuanya,” tegasnya.
Ia mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti dari sekolah mana asal siswa itu karena prinsipnya pihaknya melayani siswa yang datang.
Sementara mengenai masalah tempat sekolahnya urusan pihak kepolisian untuk keperluan penyelidikan.
“Yang jelas kita layani siapa yang datang ke puskesmas untuk berobat,” katanya.
Menurut Hilmi, hingga saat ini belum bisa memastikan siswa yang datang berobat dengan keluhan yang sama, arena habis menyantap nasi goreng MBG.
Maka ini masih melakukan pendalaman dulu dengan melakukan uji laboratorium terhadap nasi goreng tersebut. Begitu juga muntahan siswa setelah makan nasi goreng itu tidak ada untuk dibawa ke uji laboratorium.
“Belum bisa memastikan siswa itu mual, pusing dan sakit perut apakah karena MBG atau makanan lain masih didalami,” tandasnya.
Kemudian Kepala SPPG Yayasan HW Pringgabaya Eka Suryana saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu dan pihaknya sedang turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.
“Memang benar ada kejadian itu makanya turun cek setelah mendapatkan laporan,” terangnya.
Menurutnya pihaknya siap bertanggung jawab terhadap siswa yang mengalami keluhan dengan memberikan pengobatan dan perawatan selama di Puskesmas.
Selain mengaku kalau sudah bekerja sesuai SOP yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam pengolahan, pengepakan, dan pendistribusian dan kedepannya akan lebih baik dalam memberikan pelayanan.
“Kita sudah bekerja sesuai SOP,” terangnya.
Kapolsek Pringgabaya melalui Kasi Humas Polres Lotim AKP Nicolas Oesman saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya sudah menerima laporan dan anggota sudah turun melakukan kroscek di lapangan.
“Kita masih dalami kasus yang menimpa puluhan siswa yang dibawa ke Puskesmas setelah menyantap nasi goreng dari dapur MBG,” terangnya.(GL)








