Gledeknews, Lombok Timur – Setelah beberapa hari dinyatakan hilang akibat terseret arus drainase, bocah berusia 4 tahun bernama Azril Filah Busairi akhirnya ditemukan di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa. Namun nahas, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Kabar penemuan tersebut diterima pada Jumat malam (27/2) sekitar pukul 20.00 Wita. Informasi ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang yang melibatkan Tim SAR, TNI, Polri, serta masyarakat setempat sejak korban dilaporkan hanyut pada Selasa (24/2) di wilayah Selong.
Mendapatkan kabar duka tersebut, Bupati Lombok Timur (Lotim), Haerul Warisin, langsung mendatangi rumah keluarga korban di Kelurahan Selong. Kehadiran orang nomor satu di Lotim itu untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan seluruh proses penjemputan jenazah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
Bupati mengaku bersyukur atas ditemukannya korban, meski harus menerima kenyataan pahit atas kondisi anak tersebut.
“Saya atas nama pemerintah sangat bersyukur mendengar informasi bahwa anak kecil yang hanyut dan berhari-hari dicari oleh Tim SAR, polisi, tentara, dan seluruh elemen masyarakat akhirnya ditemukan di Pulau Moyo. Kita memang tidak boleh tidak percaya, karena tidak ada yang mustahil di dunia ini,” ujar Bupati kepada wartawan usai keluar dari rumah duka.
Meski demikian, ia berharap hasil identifikasi memastikan bahwa bocah yang ditemukan tersebut benar merupakan warga Selong yang selama ini dicari, agar pihak keluarga dapat segera memperoleh kepastian dan ketenangan.
Untuk mendukung proses tersebut, Pemkab Lotim memastikan kesiapan penuh dalam memfasilitasi penjemputan korban, mulai dari kendaraan, biaya bahan bakar, hingga kebutuhan akomodasi.
“Kita 100 persen menanggulangi seluruh biaya. Ini bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi masyarakat,” tegasnya.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi drainase, khususnya saat curah hujan tinggi melanda wilayah Lotim.(**)








