Gleddeknews, Lombok Timur – Salah satu bantuan sumur bor dari pemerintah pusat tahun 2023 belum difungsikan dengan maksimal oleh masyarakat penerima bantuan tersebut. Seperti keberadaan bantuan sumur yang dibangun dengan anggaran ratusan juta berada di perbatasan antara Desa Seruni Mumbul dengan Gunung Malam, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.
Dengan lokasi sumur bor di kawasan pantai Menanga Baris dengan dua tandon besar masing-masing berisikan air sebesat 5500 liter yang tingginya antara sekitae 6-7 meter. Namun dalam kenyataan dilapangan justru masyarakat yang menggunakan sumur bor tersebut harus mengeluarkan uang untuk membeli pulsa listrik agar air sumur bisa dimanfaatkan.
Seperti penuturan sejumlah warga Menanga Baris dan Gunung Malang, Sabtu lalu (12|11) mengatakan memang kami sangat mengapresiasi bantuan sumur bor dari pemerintah sehingga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekitarnya.
Namun dalam kenyataan dilapangan justru masyarakat masih bisa menggunakan dengan maksimal kalau tidak ada pulsa listrik tentunya tidak bisa.
“Harusnya kalau bantuan itu semua tersedia masyarakat tinggal menggunakan saja,bukan masyarakat yang diberatkan lagi,” kata para warga sekitarnya.
Menurutnya, memang kita iuran untuk menghidupkan sumur bor tersebut agar bisa digunakan dengan sama-sama Rp 10.000. Dengan membelikan pulsa listrik, sedangkan yang memanfaatkan sumur bor itu sekitar 80 KK yang berada di sekitarnya.
Dengan sesuai pipa yang mengalir ke rumah masyarakat. “Kapan ada pulsanya baru bisa digunakan sumur bor itu,kalau tidak maka sabar,” terangnya.
Sementara itu penjaga sumur bor, Sudir mengatakan memang untuk bisa air mengalir ke pemukiman penduduk maka harus dihidupkan dengan dinaikkan ke tandon untuk kemudian setelah itu dialirkan.
Namun untuk bisa menggunakan harus dibelikan pulsa listrik yang pulsa Rp 100.000 hanya bisa digunakan sampai seminggu saja. Sedangkan masyarakat yang memanfaatkan sumur bor ditarik iuran sama-sama Rp 10.000 ribu dengan jumlah kk yang penerima manfaat kurang lebih 80 KK.
“Memang bagus bantuan tapi yang jadi masalah harus memberi pulsa listrik baru dibisa digunakan, tandasnya.(GL)








