Gledeknews, Lombok Timur – Kabar duka menyelimuti warga Sembalun, Lombok Timur. Setelah tiga hari dilakukan pencarian, Muhammad Rapip Saki, balita berusia 2,5 tahun yang dilaporkan hilang sejak Minggu (8/3), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad korban ditemukan mengapung di aliran sungai Bendungan Kekoro, Desa Sembalun Timba Gading, Kecamatan Sembalun, Rabu (11/3) sekitar pukul 15.30 WITA.
Penemuan tersebut bermula ketika empat remaja setempat, yakni Hekal (17), Figal (16), Agun (15), dan Dimas (17), hendak mandi di sungai. Mereka awalnya mengira benda yang mengapung di sungai tersebut adalah boneka.
“Awalnya kami kira boneka yang hanyut karena kondisinya sudah membengkak. Tapi setelah didekati ternyata jasad anak kecil. Kami langsung ketakutan dan mencari bantuan,” ungkap Hekal.
Kabar tersebut segera sampai kepada keluarga korban. Ayah korban, Amaq Merli, yang selama tiga hari terakhir terus melakukan pencarian, langsung menuju lokasi dan mengevakuasi jasad anaknya ke rumah duka di Dusun Dasan Kodarat.
Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, saat dikonfirmasi menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihak keluarga memilih untuk tidak dilakukan visum maupun autopsi.
“Keluarga korban menolak dilakukan tindakan visum maupun autopsi. Mereka telah mengikhlaskan kejadian ini dan menganggapnya sebagai musibah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa proses pencarian sebelumnya cukup terkendala oleh kondisi medan dan derasnya arus sungai di wilayah tersebut.
“Derasnya arus sungai serta kontur wilayah yang cukup luas menjadi tantangan selama pencarian,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan sekitar tiga kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.
“Jasad korban ditemukan sekitar tiga kilometer ke arah barat dari titik awal perkiraan hilangnya korban. Hal ini menunjukkan kuatnya arus sungai saat kejadian,” jelas Darwis.
Ia menambahkan bahwa selama tiga hari tim gabungan telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga radius empat kilometer. Operasi pencarian tersebut melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Mataram, TNI, Polri, BPBD, serta ratusan relawan dan warga setempat.
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian,” katanya.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Minggu (8/3) pagi saat bermain di depan rumahnya yang berjarak sekitar 10 meter dari aliran sungai. Ibu korban sempat meninggalkannya sekitar tujuh menit, namun saat kembali, korban sudah tidak berada di lokasi.
Korban kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Sembalun Lawang pada Rabu sore.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di lingkungan yang dekat dengan aliran sungai atau area berbahaya lainnya. (*)








