Gledeknews, Lombok Timur – Oknum pejabat tinggi di Dinas Pendidikian dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), terindikasi memanfaatkan jabatannya untuk intervensi bawahannya untuk kepentingan politik anakanya. Dimana diketahui anak petinggi di Dikbud Lotim tersebut saat ini menjadi colon legislatif (Caleg) di salah salah satu Partai pada Pileg 2024.
Diketahui, ajakan yang sifatnya memaksa tersebut dikeluhkan beberapa guru yang enggan disebutkan namanya. Sehingga membuat aktivitasnya tersandera dan terendus anaknya Nyaleg melalui Dapil IV untuk DPRD Lombok Timur.
Diakunya, memang tidak secara langsung untuk mengkampanyekan anaknya. Tapi pada pelaksanaan penempatan pengawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), yang dikemas seolah-olah andilnya sebagai Kepala Dinas.
“Memang secara langsung tidak pernah diarahkan, tetapi ketika saya bersilaturahmi kesesama P3K. Ia tidak enak meninggalkan anak Kadis Dikbud karena hasutan pada pelaksanaan P3K,” ujar salah satu pegawai yang enggan disebut namanya, Sabtu (18|11).
Menurutnya, semua kebijakan yang dikeluarkan oleh oknum petingi Dinas Dikbud Lotim tersebut, seakan mengarahkan para guru untuk memenangkan anaknya. sehingga para guru merasa terhantui dengan tindakannya.
“Dengan semua aktivitas yang dilakukan oleh Kadis, kami merasa terhantui seakan diarahkan ke itu, sehingga terpaksa tidak terpaksa harus memilih anaknya,”imbuhnya.
Tak hanya itu, ia menyebut kebanyakan guru tidak terlalu aktif dalam politik, namun dengan tindakan Kadis tersebut dirasa mendatangkan keresahan terhadap guru dengan ancaman mutasi.
“Ketakutan terbesar kita juga pada kenyamanan kita bekerja, kita takut diancam dimutasi,” keluhannya.
Lebih jauh dikatakan, bahwa keluh kesahnya oleh beberapa para guru, terhadap beberapa Kepala Sekolah yang dipasang untuk memobilisasi para guru untuk memenangkan anaknya.
“secara langsung memang tidak diarahkan tetapi saya berkeyakinan pasti Kepala Sekolah digerakkan oleh Kadis tersebut,”pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Lombok Timur Izzudin, S.Pd, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menanggapi secara gamblang dan singkat, mengatakan pencalonan anaknya tidak perlu di kampanyekan, karana posisi anaknya sebagai calon sudah terkenal. Bahkan lebih terkenal anaknya dari pada dirinya.
“Calon lebih dikenal daripada saya dan dia punya tim sendiri,”tandasnya, seraya dengan ser photo photo Presiden Jokowi dengan anaknya Gibran, yang seolah-olah memberi pesan bahwa tindakannya selama ini hal biasa.(GL)








