NTB-Lombok Timur-GledekNews. Terkait hebohnya persoalan uang yang melibatkan nama tokoh di NTB yaitu gubernur NTB dan ketua PKB NTB yang dinilai sebagai hutang piutang oleh Gubernur NTB, dianggap sebagai suatu kejanggalan oleh Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Nusa Tenggara Barat ( APM NTB), Minggu 17 Juli 2022
Rohman Rofiki, selaku Koordinator Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Nusa Tenggara Barat menyampaikan ada yang janggal dalam hebohnya Hutang Piutang itu.
Ia menyebutkan kejanggalan, bahwa uang yang 1,5 M – 5 M harus kita pertanyakan, itu uang apa dan itu hutang apa yang dicairkan dalam waktu yang cepat ?
“Ini harus kita pertanyakan itu uang apa, kog uang sebanyak itu di pinjamkan secara personal dan hutang apa biar publik mengetahuinya” Ujar Rofiki
Menurutnya jika meminjamkan uang itu harus melalui lembaga yang disahkan oleh Menkumham dan Gubernur Bank Indonesia yang diawasi oleh otoritas Jasa keuangan.Tentunya itu mempunyai jaminan, ini kan aneh kalau secara personal” tukasnya
Jadi, ucapnya jangan disalahkan publik jika di asumsikan itu adalah dugaan bentuk gratifikasi atau wujud dari money politic” pasalnya pada tahun 2018 itu adalah masa-masa Pilkada, jadi wajar persepsi publik mengasumsikan jika uang sebanyak itu diduga diperuntukkan untuk bayar partai” ucapnya.
Dari beberapa pernyataan gubernur di WAG, ia menduga, bahwa pada dasarnya uang tersebut lebih mengarah pada indikasi money politic akan tetapi diklaim sebagai hutang piutang dengan tujuan membangun frame seolah-olah Gubernur NTB adalah seorang milyader.
“Saya menduga, bahwa hutang piutang itu hanya frame, ada yang perlu kita gali di dalamnya” pungkasnya.
Sebelumnya dikutip dari media Genpi.co, bahwa Gubernur NTB menjelaskan yang terjadi adalah sebaliknya, justru Ketua PKB NTB memiliki hutang yang belum dibereskan.
“Ada yang tanya saya di WAG, ia saya jawab apa adanya. Saya jelaskan tidak pernah terima gratifikasi,” katanya, Sabtu (16/7) pagi.
Lanjut Bang Zul, agak mengherankan, uangnya belum balik malah dikira terima gratifikasi. Dia pun dibuat bingung dengan pernyataan Ketua PKB tidak mengakui hutangnya tersebut. Ujar Bang Zul.








