Gledeknews,Lombok Timur. Serpihan kapal perang diduga peninggalan zaman sebelum kemendekaan ditemukan di lokasi galian tambang pasir besi di wilayah pantai Muara Harapan, Dusun Dedalpak,Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.
Serpihan kapal tersebut ditemukan beberapa waktu lalu ketika sedang melakukan galian tambang, yang kemudian menjadi tontonan masyarakat sekitar. Atas penemuan tersebut, kemudian dari pihak kepolisian langsung memasang police line di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan terjadi.
Hal ini dibenarkan oleh Kades Pohgading, Mukti, saat dikonfirmasi oleh media ini, menegaskan, bahwa pada dasarnya penemuan serpihan kapal di lokasi penggalian tambang pasir besi tersebut sebenarnya sudah ada sejak lama.
Namun karena waktu itu, serpihan kapal itu hanya terlihat sedikit dan tidak kelihatan oleh air laut dan pasir, sehingga tidak pernah dihiraukan, namun serpihan itu baru kelihatan dengan jelas ketika sedang ada penggalian pasir besi yang sedang dilaksanakan oleh perusahaan.
“Sebenarnya sudah lama ditemukan serpihan kapal itu, tapi tertutup air laut dan pasir,sehingga kemarin muncul saat air surut,” paparnya.
Namun , Mukti menerangkan kalau iya tidak mengetahui secara pasti, apakah itu serpihan kapal perang atau tidak, tapi yang jelas kita sudah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi. Pungkas Mukti.
“Kita juga sudah melaporkan penemuan itu ke pihak kepolisian,”tandasnya.
Ditempat terpisah Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nicolas Oesman saat dikonfirmasi, membenarkan pihaknya sudah menerima laporan adanya penemuan serpihan kapal di lokasi tambang pasir besi di wilayah Pohgading tersebut.
Atas adanya laporan tersebut kemudian petugas dari Polsek Pringgabaya langsung menuju ke lokasi bersama dengan pemerintahan desa Pohgading dan memasangkan police line. Pemasangan Police Line tersebut untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat yang beramai-ramai mengunjungi lokasi, karena beredarnya isu kalau di serpihan kapal itu ada barang berharga.
“Kita sudah himbau masyarakat agar tidak masuk ke lokasi karena membahayakan diri dan orang lain,” tandasnya.(GL).








