Gledeknews, Lombok Timur – Komisi IV DPR RI menyebut penyelundupan Benih Bibit Lobster (BBL) yang masih marak menyebabkan kerugian negara, termasuk kerugian bagi nelayan.
Begitu juga Harga BBL di luar negeri yang jauh melampaui harga dalam negeri menjadi faktor penyelundupan tersebut.
Hal ini ditegaskan Ketua Komisi IV DPR RI Hj. Titik Hediati Soeharto dalam kunjungan kerja bersama rombongan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Kamis (3/9).
“Kita akui masih marak terjadi penyelundupan BBL yang tentu ini merugikan nelayan,” tegasnya.
Oleh karena itu, lanjutnya dengan ada persoalan ini tentunya menjadi perhatian bersama untuk kemudian dilakukan upaya penindakan tegas terhadap pelaku penyelundupan sesuai peraturan perundangan.
Begitu juga masih banyaknya tantangan guna mewujudkan hal tersebut. Keterbatasan teknologi, rendahnya tingkat kelangsungan hidup sampai keterbatasan sarana prasarana hingga akses permodalan, termasuk masa budidaya yang tergolong lama.
“Akselerasi budidaya lobster tidak dapat dilakukan setengah-setengah. Karena itu, membangun ekosistem budidaya berbasis segmentasi menjadi penting,” tukasnya.
Titik juga mengatakan kemampuan budidaya nasional juga masih belum optimal. Sehingga kedepan berharap Indonesia tidak sekadar menjadi sumber BBL melainkan menjadi produsen utama lobster budidaya dunia.
“Apa yang menjadi masalah kita temukan dilapangan akan menjadi perhatian serius nantinya,” ujarnya.(GL)








