Gledeknews, Lombok Timur – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarnat) Lombok Timur membantah anggapan lambannya respons petugas dalam menangani kebakaran ruko di Pasar Keruak.
Sorotan tersebut sebelumnya disampaikan warga melalui media sosial. Dalam unggahannya, Amy Musfika menyebut armada Damkar dari Selong baru tiba sekitar 40 menit setelah kejadian. Ia juga menyoroti sulitnya menghubungi petugas Damkar di wilayah Keruak karena nomor telepon yang tidak tersambung.
Menanggapi hal itu, Kepala Damkarnat Lombok Timur, Widayat, menegaskan bahwa pihaknya telah merespons laporan kebakaran dengan cepat.
“Respon kita 15 menit. Sampai di lokasi karena menggunakan Mako Jerowaru untuk wilayah Keruak, sehingga membutuhkan waktu sekitar 20 menit,” ujar Widayat saat dikonfirmasi. Rabu(2/9).
Ia menjelaskan, setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan tetap bersiaga untuk proses penyiraman hingga kondisi dinyatakan aman.
Menurut Widayat, kendala utama dalam penanganan kebakaran tersebut disebabkan armada Damkar yang biasa ditempatkan di Keruak tengah menjalani perbaikan.
“Ada petugas yang piket, tetap ada. Namun kendaraan operasionalnya sedang diperbaiki, sehingga tidak bisa langsung digunakan,” jelasnya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu tantangan dalam memberikan layanan cepat kepada masyarakat, terutama di wilayah dengan jangkauan yang cukup luas.
Saat ini, Damkarnat Lombok Timur memiliki tujuh unit armada. Namun, hanya lima unit yang dalam kondisi operasional, sementara dua lainnya mengalami kerusakan.
Keterbatasan ini membuat petugas harus mengatur distribusi armada secara efektif agar tetap dapat menjangkau berbagai wilayah dengan waktu respons yang optimal.
Widayat menegaskan, penempatan armada tidak didasarkan pada tingkat kerawanan kebakaran, melainkan pada perhitungan jangkauan waktu respons.
“Bukan karena wilayah rawan, tapi berdasarkan jangkauan response time. Kita tempatkan armada agar bisa menjangkau lokasi secepat mungkin,” tegasnya.
Ia mengakui, kondisi armada yang belum ideal masih menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya. Oleh karena itu, Damkarnat terus mengupayakan penambahan kendaraan operasional.
Kita harap pengadaan dua unit armada baru dapat terealisasi pada tahun mendatang, baik melalui anggaran pemerintah daerah maupun dukungan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR),” tandasnya.(GL)








