Gledeknews, Lombok Timur – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur memastikan seluruh puskesmas tetap memberikan pelayanan kesehatan selama libur Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Layanan kegawatdaruratan dan rawat inap disiagakan selama 24 jam guna memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah libur nasional.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas, meskipun bertepatan dengan momentum hari besar keagamaan.
“Untuk puskesmas kita tentu tetap terbuka 24 jam untuk pelayanan kesehatan walaupun hari libur,” ujar Aries, Selasa (26/05).
Ia menjelaskan, selama libur Iduladha yang berlangsung pada Rabu dan Kamis, pelayanan poli rawat jalan untuk sementara tidak dioperasikan. Namun masyarakat tetap dapat mengakses layanan Unit Gawat Darurat (UGD) serta rawat inap bagi puskesmas yang memiliki fasilitas tersebut.
Menurutnya, pelayanan reguler akan kembali berjalan normal pada Jumat dan Sabtu. Selama dua hari libur nasional, pelayanan difokuskan pada penanganan pasien darurat serta pasien yang membutuhkan observasi dan perawatan lanjutan.
“Kalau memang membutuhkan rawat inap tentu akan dirawat inap. Jadi layanan gawat darurat tetap berjalan seperti biasa,” katanya.
Untuk menjamin kelancaran pelayanan, Dinkes Lombok Timur menerapkan sistem piket atau giliran bagi tenaga kesehatan di seluruh puskesmas. Selain itu, kesiapan fasilitas penunjang seperti ketersediaan obat-obatan, ruang observasi, serta peralatan medis juga dipastikan dalam kondisi siap digunakan.
Aries menyebutkan, pola pelayanan siaga seperti ini rutin diterapkan setiap tahun saat libur hari besar keagamaan, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga akses layanan kesehatan masyarakat.
“Seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tetap buka kita untuk layanan gawat darurat dan rawat inap,” jelasnya.
Ia menambahkan, layanan gawat darurat di puskesmas dinilai masih mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat selama masa libur yang relatif singkat tersebut.
“Untuk poli memang kita tidak buka karena hanya dua hari. Jadi masih bisa di-handle oleh layanan gawat darurat di puskesmas,” pungkasnya.(*)








