Gledeknews, Lombok Timur – Kedatangan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke salah satu rumah warga di wilayah Selong, Lombok Timur, pada Sabtu (25/7) siang sempat mengundang perhatian publik.
Terkait peristiwa itu, pemilik rumah yang juga Kontraktor, Faukanuri buka suara dan menegaskan bawa dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan kasus OTT yang tengah ditangani di Lombok Barat.
Ia mengaku terkejut saat didatangi petugas KPK pada Sabtu siang, saat dirinya tengah menghadiri sebuah acara resepsi. Kemudian bergegas pulang setelah menerima telepon terkait kedatangan tersebut.
“Begitu sampai di rumah, mereka memperkenalkan diri dari KPK dan menunjukkan surat tugas resmi. Saya persilakan masuk,” ujar Faukanuri kepada awak media saat ditemui pada Senin (27/7).
Menurutnya, kedatangan tim KPK diduga karena adanya asumsi hubungan atau interaksi dirinya dengan salah satu pihak yang terseret dalam kasus di Lombok Barat. Namun, ia menegaskan tidak pernah memiliki komunikasi maupun keterlibatan dalam proyek apa pun di daerah tersebut.
“Saya tegaskan, tidak ada. Nol. Tidak pernah ada komunikasi atau kerja sama terkait proyek Lombok Barat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, satu-satunya hubungan yang dimaksud hanyalah relasi keluarga tidak langsung, yakni istri dari salah satu yang sedang di tahan oleh KPK RI yang merupakan keponakannya.
“Yang bersangkutan itu suami dari keponakan saya. Jadi bukan hubungan langsung seperti yang mungkin dipahami,” jelasnya.
Terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya penyitaan, dirinya dengan tegas membantah. Ia menyebut tidak ada satu pun dokumen atau barang yang dibawa oleh tim KPK dari rumahnya.
“Tidak ada penyitaan. Zong, nol. Tidak ada berkas yang diambil,” katanya.
Meski demikian, ia membenarkan bahwa tim KPK sempat melakukan penggeledahan di beberapa bagian rumahnya, termasuk kamar dan dapur. Proses tersebut berlangsung sekitar satu jam.
“Silakan saja mereka cek semua. Saya bahkan antar mereka ke setiap ruangan,” tandasnya.(GL)





