Gledeknews, Lombok Timur – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) memastikan proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan buku untuk Sekolah Dasar (SD) tahun 2025 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim masih terus berjalan.
Kasi Intelijen Kejari Lotim, Ugik Rahmantyo, mengatakan saat ini tim penyidik tengah menunggu hasil penghitungan kerugian keuangan negara yang sedang diproses oleh Inspektorat Provinsi NTB.
“Terakhir, tim penyidik sudah melakukan ekspose terkait penghitungan kerugian keuangan negara di Inspektorat Provinsi. Kami sudah menyerahkan bahan-bahan yang diperlukan dan saat ini tinggal menunggu hasilnya,” ujar Ugik, Selasa kemarin (02/06).
Menurutnya, hasil ekspose itu nantinya akan menjadi dasar bagi Inspektorat untuk menentukan bentuk laporan, baik berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) maupun dokumen lain yang berkaitan dengan nilai kerugian negara dalam kasus tersebut.
Meski masih menunggu hasil resmi, Ugik menegaskan bahwa proses penyidikan tetap berjalan paralel. Penyidik terus mengumpulkan data dan memperdalam keterangan guna mengungkap konstruksi perkara secara utuh.
“Penyidikan tetap berjalan, kita tinggal menunggu hasil dari ekspose itu,” tegasnya.
Dalam perkembangan penanganan perkara, penyidik telah memeriksa sekitar 35 orang saksi. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari pihak sekolah, kepala unit, kepala UPTD, hingga penyedia pengadaan buku.(GL)








