Gledeknews, Mataram – Dinamika politik yang terus bergerak cepat mendorong kader Partai Demokrat di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk tidak sekadar hadir saat momentum elektoral. Hal tersebut ditegaskan kader Demokrat, Dr. Gema Akhmad Muzakir, yang belakangan aktif melakukan komunikasi dan konsolidasi internal di berbagai wilayah.
Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya dibangun saat kontestasi politik, melainkan melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat secara berkelanjutan.
“Politik hari ini bergerak cepat. Partai harus tetap solid, tetapi juga harus mampu ikuti perubahan zaman tanpa kehilangan kedekatan dengan rakyat,” ujar Gema dalam keterangan tertulis resminya, Ahad kemarin (17/5).
Loyalis dan menjadi kader Demokrat sejak 2008, menilai tantangan politik ke depan semakin kompleks. Karena itu, ia dorong penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah, sembari membangun pola komunikasi yang lebih adaptif, khususnya dalam menjangkau generasi muda.
Dalam sejumlah pertemuan bersama kader dan pengurus, Dr. Gema konsisten menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan loyalitas sebagai fondasi utama partai. Pendekatan yang ia gunakan pun lebih menitikberatkan pada komunikasi langsung dan kerja lapangan.
Langkah itu mendapat respons positif dari berbagai kalangan internal. Sejumlah kader menyebut pendekatan Gema mampu memperkuat keterlibatan kader di daerah. Dukungan pun mulai mengalir, termasuk dari pengurus di tingkat kabupaten, organisasi sayap partai, hingga elemen kader lainnya.
Meski demikian, Gema menegaskan bahwa dukungan tersebut bukan semata soal figur, melainkan bagian dari upaya kolektif membangun kekuatan Demokrat di NTB.
“Yang terpenting bukan soal siapa, tetapi bagaimana Demokrat NTB bisa tetap kuat, tetap bersama, dan tetap dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, Sekjen DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron menegaskan bahwa Demokrat membuka ruang luas bagi tokoh muda untuk berkontribusi. Hal itu disampaikan saat kunjungannya ke Sembalun, Lombok Timur, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, partai berlambang bintang mercy tersebut bersifat terbuka dan inklusif bagi siapa saja yang memiliki visi yang sama dalam membangun partai dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
“Jika ada tokoh muda hebat yang ingin bergabung, kami membuka pintu selebar-lebarnya. Para kader lama tidak perlu merasa terancam,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar kader tidak bersikap eksklusif, karena hal itu justru dapat menghambat pertumbuhan partai, terutama menjelang agenda penting seperti Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat NTB.
“Kehadiran tokoh-tokoh kuat ini harus menjadi motivasi bagi kader untuk meningkatkan kualitas diri,” pungkasnya.








