Gledeknews, Lombok Timur – Polres Lombok Timur (Lotim) tengah menyelidiki dugaan penipuan penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite yang diduga dicampur air. Peristiwa ini terjadi di Perian Utara, Desa Perian, Kecamatan Montong Gading.
Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, Arie Kusnandar, mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan (baket).
“Anggota kami sudah turun ke lapangan untuk mengumpulkan keterangan terkait dugaan penipuan penjualan pertalite yang dicampur air. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya, Rabu (6/5).
Dalam peristiwa tersebut diketahui korban bernama Solihatin (45), warga setempat. Korban mengalami kerugian sekitar Rp1,1 juta setelah membeli bahan bakar yang ditawarkan oleh seorang pria yang belum diketahui identitasnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pelaku pertama kali mendatangi kios korban pada Minggu (3/5) sore dan menawarkan penjualan pertalite. Korban kemudian menyetujui pembelian tersebut. Keesokan harinya, pelaku kembali datang untuk memastikan pesanan.
Pada malam hari, pelaku datang seorang diri dengan membawa tiga jerigen berwarna biru berkapasitas masing-masing sekitar 35 liter. Namun setelah digunakan, bahan bakar tersebut diduga telah dicampur air sehingga tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Polisi ungkapkan ciri-ciri pelaku yakni seorang pria berpostur kurus, berusia sekitar 40 tahun, menggunakan sepeda motor Honda Beat warna putih, dan mengaku berasal dari wilayah Lombok Tengah.
“Pelaku diduga tidak hanya beraksi sekali. Ada indikasi menyasar kios-kios kecil dan beroperasi pada jam-jam sepi, terutama tengah malam,” terangnya.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk memperkuat proses penyelidikan lebih lanjut. Pihanya mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penawaran BBM dengan harga atau cara yang tidak lazim, serta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan.(GL)








