Gledeknews – Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menegaskan komitmen Indonesia dalam mengembangkan pasar karbon yang berintegritas tinggi sebagai bagian dari upaya global menghadapi krisis iklim.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum diskusi bertajuk “Towards High-Integrity Carbon Markets in Indonesia: Progress and Prospects” yang digelar di Washington, DC, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima media ini, Sabtu (18/4).
Dalam forum yang dihadiri perwakilan pemerintah, akademisi, organisasi mitra, lembaga sertifikasi, hingga organisasi standar tersebut, Sari menekankan posisi strategis Indonesia dalam upaya global melawan perubahan iklim.
Menurutnya, sebagai salah satu negara dengan hutan tropis terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab sekaligus peluang besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan global.
“Hutan kita bukan hanya bernapas untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kekayaan sumber daya alam berupa hutan, lahan, dan mangrove menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat penyimpanan karbon dunia. Potensi tersebut dinilai dapat membuka peluang investasi hijau bernilai besar jika dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Sari menegaskan bahwa krisis iklim saat ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah dirasakan langsung dampaknya di berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, pendekatan berbasis alam atau nature-based solutions menjadi salah satu langkah strategis yang perlu diperkuat.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah, sektor swasta, maupun organisasi internasional, guna memastikan pengembangan pasar karbon berjalan transparan, kredibel, dan memberikan manfaat nyata.
“Kita perlu memastikan pasar karbon Indonesia tidak hanya kuat secara sistem, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia,” tegasnya.(*)








