Gledeknews, Lombok Timur – Memasuki hari ketujuh sekaligus hari terakhir masa pencarian, Tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban terseret ombak di kawasan wisata Tanjung Beloam, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
Korban diketahui bernama Naufal (35), warga Kecamatan Masbagik yang berprofesi sebagai guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Jerowaru. Ia dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berusaha menyelamatkan adiknya pada Selasa (24/3) lalu.
Pada hari terakhir pencarian, pihak keluarga korban turut terlibat langsung menyisir garis pantai hingga ikut ke tengah laut bersama tim SAR. Suasana haru dan penuh harap menyelimuti proses pencarian yang telah berlangsung selama sepekan tersebut.
Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, menjelaskan bahwa hari ini merupakan batas akhir operasi pencarian sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
“Hari ini merupakan hari terakhir dalam operasi pencarian sesuai dengan SOP yang kami miliki, dan keluarga korban juga ikut melakukan pencarian,” ujar Darwis, Senin (30/3).
Selama tujuh hari terakhir, tim SAR gabungan telah mengerahkan berbagai upaya maksimal dengan memanfaatkan peralatan modern. Di antaranya rubber boat, drone thermal, serta aqua eye untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di perairan.
Selain Basarnas, operasi pencarian juga melibatkan berbagai unsur seperti TNI AL, TNI AD, Polairud, Brimob, Unit SAR Lombok Timur, BPBD, Damkar, hingga komunitas Fishing Dive.
Meski pencarian belum membuahkan hasil, Darwis menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah operasi pencarian akan diperpanjang atau resmi dihentikan.
“Sebelum diakhiri, kami akan melakukan evaluasi dulu,” pungkasnya.(GL)








