Gledeknews, Lombok Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim), mulai menyalurkan insentif kepada para juru makam yang menjaga situs cagar budaya di wilayah setempat.
Kepala Dikbud Lotim, Nurul Wathoni, menyampaikan bahwa sebanyak 40 orang penjaga yang bertugas di 40 situs cagar budaya telah menerima insentif untuk triwulan pertama tahun 2026, terhitung sejak Januari hingga Maret.
“Alhamdulillah, juru makam yang masuk cagar budaya se-Lotim sudah diberikan insentif triwulan I, sebanyak 40 orang yang menjadi penjaga 40 cagar budaya yang telah ditetapkan melalui SK Bupati,” ujarnya, Sabtu (28/3).
Menurutnya, mekanisme penyaluran insentif tahun ini dilakukan melalui transfer rekening. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas penyaluran.
“Pembayaran insentif mulai tahun ini kita gunakan transfer rekening supaya lebih aman. Memang kemarin ada kendala, karena sebagian penjaga sudah lanjut usia sehingga proses pembuatan rekening sempat terhambat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wathoni mengakui bahwa pada tahun 2026 terjadi pengurangan anggaran dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk mengusulkan penambahan anggaran melalui APBD Perubahan.
“Kita tetap berkomitmen mengajukan tambahan anggaran di APBD Perubahan,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Dikbud Lotim juga akan melakukan pemetaan terhadap situs makam dan warisan budaya yang belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Saat ini, baru 40 situs yang telah memiliki status resmi melalui keputusan pemerintah daerah.
“Yang belum masuk akan kita petakan lagi sesuai regulasi yang ada. Ini bagian dari upaya kita menjaga warisan kekayaan khasanah budaya bangsa,” pungkasnya.(GL)








