Gledeknews, Lombok Timur – Kepala Desa Pengklak Mas, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Rais mengaku baru mengetahui adanya informasi bahwa salah satu warganya yang menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tidak pernah memegang kartu ATM bantuan tersebut.
Rais mengatakan, selama ini pemerintah desa (Pemdes) tidak pernah menerima laporan ataupun pengaduan dari warga terkait persoalan tersebut. Karena itu, pihaknya mengaku cukup terkejut dengan munculnya informasi tersebut.
“Terkait dengan informasi tersebut, selama ini tidak ada yang pernah secara langsung menyampaikan kepada kami sebagai pemerintah desa. Baru kali ini tiyang mendengar ada kejadian seperti itu,” ungkap Rais, Selasa (10/3).
Ia menegaskan, Pemdes akan segera menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan langsung kepada warga yang bersangkutan guna memastikan kebenarannya.
“Insya Allah nanti tiyang akan coba mencari informasi langsung ke warga kami untuk memastikan kebenaran dari informasi tersebut,” katanya.
Sebelumnya, muncul dugaan adanya oknum pendamping PKH yang menyimpan kartu ATM milik sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) serta diduga melakukan penggelapan dana bantuan sosial yang seharusnya diterima langsung oleh penerima manfaat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kartu ATM milik para KPM diduga selama ini dipegang dan disimpan oleh oknum pendamping PKH. Sementara para penerima bantuan hanya diberikan buku tabungan tanpa memegang kartu ATM.
“Selama ini kami tidak pernah pegang ATM. Yang kami pegang hanya buku tabungan,” ungkap sejumlah KPM yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menanggapi informasi tersebut, Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, Siti Aminah mengatakan pihaknya telah memerintahkan tim untuk segera melakukan pengecekan di lapangan.
“Sudah kami perintahkan ketua tim pendamping PKH untuk kroscek ke lapangan,” kata Siti Aminah singkat.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan Pendamping PKH Kecamatan Sakra Barat, Andi, menyampaikan bahwa tim di tingkat kecamatan juga tengah melakukan penelusuran terkait informasi tersebut.
“Untuk kasus niki sudah kita minta tolong ketua tim untuk menelusuri di lapangan. Kita tunggu hasilnya dulu,” katanya singkat.(GL)








