Gledeknews, Lombok Timur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan publik. Sepanjang pekan ini, sejumlah menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di wilayah Lombok Timur, dipersoalkan oleh penerima manfaat, guru sekolah, hingga orang tua siswa.
Sorotan tersebut mencakup jumlah item menu hingga kualitas dan variasi menu MBG yang disajikan oleh SPPG. Terbaru, keluhan datang dari orang tua siswa penerima manfaat di salah satu sekolah PAUD di Kecamatan Masbagik.
Orang tua siswa menyoroti menu MBG yang didistribusikan selama empat hari berturut-turut dengan item yang sama, yakni satu kotak susu, satu buah salak, dan satu roti.
“Menu MBG yang diterima anak saya setiap hari sudah empat hari ini sama saja. Menunya itu-itu saja,” ujar sejumlah orang tua kepada media ini, Jumat (27/2).
Menurut mereka, menu MBG seharusnya memiliki variasi setiap hari agar anak-anak tidak merasa bosan. Selain itu, menu yang diberikan juga dinilai belum memenuhi kebutuhan gizi seimbang jika dihitung berdasarkan kebutuhan kalori harian anak.
“Kalau hitungan gizi kan ada per kalori. Tapi kalau lihat menu seperti ini, ya jauh sekali dari cukup,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Haryanto Kepala SPPG Lombok Timur wilayah Masbagik–Kesik membantah jika disebut menu MBG selama empat hari berturut-turut disajikan sama persis. Ia mengakui, item susu memang diberikan berdasarkan permintaan dari pihak sekolah.
“Kami juga menyesuaikan dengan permintaan sekolah. Nggih, tetap kami upayakan agar menu bervariasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihak SPPG juga terus berkoordinasi dengan supplier terkait ketersediaan bahan pangan. Apalagi, menjelang dan selama bulan Ramadan, sejumlah item bahan pokok mengalami lonjakan harga bahkan kelangkaan di pasaran.
“Kami kadang mendapat informasi dari supplier kalau barang yang dipesan langka. Ditambah lagi adanya lonjakan harga di bulan Ramadan ini,” katanya.
Meski demikian, pihaknya menegaskan terbuka terhadap masukan dari masyarakat maupun sekolah, dan berkomitmen melakukan perbaikan ke depan.
“Kami sangat menerima masukan. Kalau ada kekeliruan tentu kami terima dan akan kami perbaiki. Dari sekolah juga kami terbuka menerima permintaan atau request menu,” tambahnya.
Terpisah, Koordinator Kecamatan, Candra Pratama, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pengaturan menu MBG sepenuhnya menjadi kewenangan masing-masing SPPG. Pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi langsung.
“Kami tidak bisa mengintervensi internal masing-masing Kepala SPPG. Kami hanya menyampaikan imbauan dan edaran terbaru,” jelasnya.
Meski begitu, Candra menyatakan akan melakukan koordinasi dan konfirmasi terkait laporan menu MBG yang disebut sama selama empat hari berturut-turut.
“Sekarang kami koordinasikan dengan kepala SPPG-nya,” pungkasnya.(GL)








