Gledeknews, Lombok Timur – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Lombok Timur menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Lombok Timur (Lotim) Jumat (30/1).
Aksi tersebut digelar dalam rangka menyambut satu tahun kepemimpinan Lotim SMART yang dinilai belum menunjukkan hasil nyata sebagaimana janji politik saat kampanye.
Dalam orasinya, massa aksi menyoroti sejumlah program pemerintah daerah, salah satunya program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lotim. Program tersebut dinilai hanya bersifat “pelipur lara” dan tidak menyentuh akar persoalan masyarakat miskin. Bahkan, orator aksi menuding adanya dugaan penyalahgunaan dana umat.
“Kami tegaskan, program BAZNAS Lombok Timur hanyalah program pelipur lara. Kami menemukan indikasi dana untuk masyarakat miskin justru diduga disalahgunakan,” teriak salah satu orator aksi, Jaya, seraya mengingatkan pengurus BAZNAS agar berhati-hati dalam mengelola dana umat karena dapat membawa konsekuensi moral dan hukum.
Selain itu, mahasiswa juga mengkritik pemerintahan Lotim SMART yang dinilai tidak sejalan dengan visi dan misinya. Berbagai penghargaan yang diraih pemerintah daerah dianggap hanya menjadi bahan pencitraan, sementara pelayanan publik di lapangan masih bermasalah.
Menurut massa aksi, pelayanan kepada masyarakat masih tumpang tindih, terutama dalam layanan BPJS Kesehatan dan sektor pelayanan publik lainnya.
“Katanya Lotim SMART, tapi realitasnya jauh dari kata SMART,” tegas Korlap aksi, Agamawan, seraya menyebut, dengan kondisi pemerintahan saat ini, tidak ada salahnya rakyat mencabut mandat dan memakzulkan kepemimpinan Lotim SMART.
Aksi unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan berlangsung tertib. Namun, hingga aksi berakhir, tidak satu pun pejabat pemerintah daerah yang menemui massa aksi.
“Bupati Iron, kami tantang Anda untuk menemui kami. Jangan hanya berani cuap-cuap di atas meja,” teriak para orator menutup aksi.(GL)








