Gledeknews, Lombok Timur – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, yang akrab disapa H. Iron, meninjau langsung progres pembangunan jembatan baja sementara (bailey) di Desa Perigi, Kecamatan Suela, Senin (12/1). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang.
Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur serta sejumlah instansi teknis terkait, Bupati memantau tahap penyelesaian akhir (finishing) pemasangan rangka jembatan. Infrastruktur tersebut dinilai sangat vital karena menjadi urat nadi utama mobilitas warga, termasuk distribusi logistik serta akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Dalam percepatan pengerjaan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersinergi dengan TNI. Sebanyak 30 personel TNI dikerahkan untuk membantu proses pemasangan rangka baja demi menjamin keamanan dan ketahanan konstruksi jembatan sementara tersebut.
Bupati H. Iron menjelaskan, fokus pengerjaan saat ini diarahkan pada pembersihan material sisa banjir serta penataan akses pendukung di sekitar jembatan. Selain pemerataan jalan, juga dilakukan pembuatan tangga agar memudahkan warga yang beraktivitas dan mengambil air di sungai.
“Alhamdulillah, progresnya sudah memasuki tahap akhir. Kita upayakan secepat mungkin agar masyarakat dapat kembali melintas dengan aman dan nyaman,” ujar H. Iron di lokasi.
Mengingat jembatan bailey ini bersifat pinjam pakai dengan durasi maksimal satu tahun, Bupati menegaskan bahwa pihaknya tengah mengupayakan penganggaran pembangunan jembatan permanen. Usulan tersebut telah disampaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kami berharap sebelum masa pinjam berakhir, anggaran jembatan permanen sudah tersedia. Beberapa sungai di Lombok Timur, seperti Kokok Tanggek di Mamben, memang rawan banjir dan perlu penanganan serius,” jelasnya.
Selain jembatan di Desa Perigi, Bupati juga menyoroti kerusakan infrastruktur di wilayah Lendang Angka akibat luapan sungai. Ia menegaskan normalisasi sungai-sungai rawan bencana akan segera dilakukan guna mencegah kerusakan berulang.
“Jalan dan jembatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Tidak boleh ada keterlambatan, karena menyangkut ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” tegasnya.
Terkait keterlambatan pengerjaan sebelumnya, Bupati mengakui adanya kendala teknis dan administratif di akhir tahun anggaran. Namun, persoalan tersebut kini telah teratasi. Untuk penanganan pascabencana skala kecil, Pemkab Lombok Timur telah menyiapkan Dana Tak Terduga (DTT) dengan alokasi di bawah Rp1 miliar.
Pembangunan jembatan ini disambut antusias warga Dusun Aik Beta, Desa Perigi. Sahrin, salah seorang warga, mengaku sangat terbantu karena sebelumnya harus memutar jauh untuk menuju pasar maupun sekolah.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati. Sejak dulu jembatan ini jarang diperhatikan. Dengan adanya jembatan sementara ini, akses kami kembali lancar,” ungkapnya.(GL)






