Gledeknews, Lombok Timur – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lombok Timur (DPRD) Lombok Timur (Lotim) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga komisi IV DPRD Lotim, Ahmad Amrullah mendorong aparat penegak hukum (APH) untuk usut tuntas kasus beras oplosan.
Dengan berhasilnya tim Satgas Pangan Polres Lotim berhasil mengungkap gudang penyimpanan beras diduga oplosan di wilayah Desa Gelora Kecamatan Sikur Lombok Timur (Lotim), dengan jumlah 110 ton. Politisi PDIP itu tegaskan, hal tersebut harus menjadi atensi oleh APH, mengingat jumlah temuan yang tidak sedikit, sehingga menyebabkan kerugian kepada masyarakat.
“Karena sudah ada temuan seperti ini oleh APH sendiri dan sangat merugikan masyarakat. APH harus tegas menyikapi persoalan ini,” kata politisi PDIP Amrullah, Selasa (18/11).
Menurutnya, APH harus bisa memberikan efek jera kepada para oknum-oknum yang terlibat, dengan harapan hal tersebut dapat dijadikan pembelajaran bagi yang lain, untuk tidak melakukan hal serupa.
“Agar kedepan tidak ada yang berani mengoplos beras lagi, kami dorong APH untuk mengusut tuntas permasalahan beras oplosan ini,” tegasnya.
Amrullah, mengapresiasi APH yang sudah bekerja dalam mengungkap kasus beras oplosan ini, karena bagaimanapun hal tersebut menyangkut kehidupan orang banyak.
“Jumlahnya sangat signifikan beras oplosan ini, dengan ditemukan beras oplosan ini sama APH, tentunya APH sudah bekerja sesuai prosedur yang ada, karena disini terkait hajat orang banyak,” ujarnya.
Berita sebelumnya, Tim Satgas Pangan Polres Lombok Timur berhasil mengungkap gudang penyimpanan beras diduga oplosan di wilayah Desa Gelora Kecamatan Sikur Lombok Timur (Lotim).
Dengan jumlah 110 ton diduga beras setelah sebelumnya melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
Hal ini ditegaskan Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana melalui Kasat Reskrim AKP I Made Dharma Yulia Putra, Sik, MSi, Kamis (14/11)
Menurutnya Terhadap kasus ini pihaknya telah memasang police line gudang yang diduga tempat menyimpan beras dugaan oplosan tersebut
Bahkan pihak pihak yang terlibat termasuk saksi telah diperiksa guna diminta keterangan. “Dalam waktu dekat kasus ini bisa tuntas,” tandasnya.(GL)








