Gledeknews, Lombok Timur – Sejumlah sekolah negeri dan swasta di Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, dilaporkan menerima susu yang telah melewati masa kedaluwarsa dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Dapur MBG Paok Pampang, Sabtu (17/1).
Susu yang diketahui telah memasuki masa kedaluwarsa tersebut tidak dibagikan kepada siswa. Pihak sekolah memilih menahan pendistribusian karena khawatir dapat membahayakan kesehatan para siswa.
Akibat kejadian itu, sejumlah guru dan orang tua siswa menyampaikan protes keras kepada pihak pengelola dapur MBG. Kasus ini bahkan menjadi viral di media sosial dan menuai beragam reaksi dari masyarakat.
“Masak siswa diberikan susu kedaluwarsa dalam program MBG, ini jelas tidak masuk akal,” ujar salah seorang guru sekaligus wali murid dengan nada kesal.
Ia menilai pengelola dapur MBG seharusnya lebih teliti dalam melakukan pengecekan kualitas dan masa berlaku bahan makanan sebelum didistribusikan, bukan semata-mata mengejar keuntungan tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan siswa.
“Ini bentuk kelalaian. Susu kedaluwarsa jelas berbahaya jika dikonsumsi anak-anak,” keluhnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paok Pampang maupun Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Lombok Timur, Agamawan Salam, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pendistribusian susu kedaluwarsa tersebut.(GL)








