Gledeknews, Lombok Timur – Sebuah video yang memperlihatkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga berisi buah salak busuk viral di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook @Hidayatull Qori dan menampilkan proses unboxing paket MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jerowaru, Pemongkong, Lombok Timur.
Dalam video tersebut terlihat salah satu paket MBG yang dibuka memperlihatkan beberapa item menu makanan, termasuk buah salak yang diduga dalam kondisi rusak. Unggahan tersebut pun dengan cepat menyebar dan memicu beragam komentar dari warganet.
Menanggapi hal itu, Kepala SPPG, Lombok Timur, Jerowaru, Pemongkong, Novita, membenarkan bahwa paket MBG yang ditampilkan dalam video tersebut memang berasal dari dapur SPPG yang dipimpinnya. Namun ia menegaskan bahwa paket tersebut merupakan menu untuk satu hari, bukan menu rapelan seperti yang beredar di sebagian narasi media sosial.
“Pertama saya mau menegaskan itu bukan menu rapelan, melainkan menu hari Sabtu kemarin,” kata Novita saat memberikan klarifikasi, Minggu (8/2).
Ia menjelaskan, adanya perbedaan pada salah satu item menu disebabkan keterbatasan suplai dari pelaku UMKM yang menjadi penyedia makanan.
Awalnya, menu yang disiapkan adalah keripik rumput laut dari UMKM di sekitar dapur MBG. Namun karena pemasok tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar, pihaknya mengganti sebagian dengan keripik cangkang kepiting yang juga diproduksi oleh UMKM setempat.
Meski demikian, setelah dihitung kembali jumlah porsinya masih belum mencukupi untuk seluruh penerima manfaat. Karena itu pihak SPPG kemudian menambahkan keripik tempe dengan anggaran yang sama seperti keripik rumput laut sebelumnya.
“Kenapa menunya berbeda-beda karena supplier keripik rumput laut tidak sanggup membuat porsi banyak, jadinya diganti dengan kerupuk cangkang kepiting yang juga produksi dari UMKM,” jelasnya.
Sementara terkait buah salak yang diduga busuk dalam video yang beredar, Novita mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan resmi dari sekolah mana paket tersebut berasal.
Ia menegaskan bahwa selama ini jika ditemukan makanan yang rusak atau tidak layak konsumsi, pihak sekolah biasanya langsung melaporkannya kepada dapur SPPG agar segera diganti pada hari yang sama.
“Biasanya guru langsung lapor kalau memang ada buah yang rusak dan kami langsung ganti di hari itu juga,” tegasnya.(GL)








