Gledeknews, Lombok Timur – Sebanyak 24 kelompok tani bawang putih di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur dikabarkan mengundurkan diri dari program pertanaman bawang putih yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 melalui Kementerian Pertanian RI.
Kelompok tani tersebut memilih untuk tetap menanam bawang putih pada tahun 2026, namun dengan pola swadaya dan mandiri tanpa keterlibatan program pemerintah.
Program penanaman bawang putih ini sebelumnya sempat dicanangkan langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman.
Ketua Pusuk Pujata, H. Mandraji benarkan keputusan puluhan kelompok tani tersebut untuk mundur dari program pemerintah.
“Memang betul, ada 24 kelompok tani bawang putih di Sembalun yang mengundurkan diri dari program tanam bawang putih yang bersumber dari APBN,” tegasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3).
Menurutnya, meskipun mengundurkan diri dari program pemerintah, para petani tetap akan melanjutkan budidaya bawang putih secara mandiri.
Ia menambahkan, para petani bahkan bertekad meningkatkan produksi agar ke depan mampu mewujudkan swasembada bawang putih sekaligus menghasilkan benih dengan kualitas terbaik.
“Kita akan tunjukkan bahwa dengan mandiri petani juga bisa menghasilkan benih bawang putih dalam jumlah yang cukup banyak,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sembalun Suherman mengaku belum menerima laporan resmi terkait kabar pengunduran diri puluhan kelompok tani tersebut dari program Kementerian Pertanian.
“Nanti akan kita kroscek terlebih dahulu kebenarannya,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Lalu Kasturi, saat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.(GL)








